Skip to main content

Jurnal 8 Kampus Ibu Pembaharu, Buddy Review : Memahami Materi dari Perspektif yang Berbeda

Saatnya menulis jurnal Bunda Salihah lagi, dimana kali ini tugas jurnalnya adalah membuat review dari jurnal materi keempat yang dibuat oleh buddy. Sesi buddy review ini menarik sekali bagi saya. Karena selain bisa belanja ide dan inspirasi mengenai langkah yang sedang dijalankan dalam tim, saya juga jadi bisa mendapatkan perspektif lain mengenai materi yang sama-sama kami terima. Dan itu rasanya jadi memperkaya sudut pandang saya. Buddy saya kali ini berasal dari regional Depok. Beliau mengangkat problem statement "Speech Delay". Menariknya, beliau baru saja mengganti problem statement-nya di materi ketiga. Kalau sekilas membaca jurnal materi sebelumnya, problem statement awal beliau adalah literasi. Jadi ingat kelas Bunda Produktif dulu, dimana saya juga berada di Co-House Literasi dan Bahasa. Menarik memang! Jurnal beliau yang saya review bisa dibaca di sini. 

Setelah membaca jurnal beliau, saya menangkap kebutuhan beliau untuk menemukan anggota tim. Anggota tim yang bisa diajak diskusi bersama, memiliki problem statement senada akan sangat membantu langkah beliau dalam merumuskan dan menjalankan gerakan ini. 

Poin-poin yang ditulis di tabel SMART Goals sudah cukup jelas. Terkait dengan SMART Goals, di aspek spesific dan relevant, beliau menuliskan mengenai penanganan, sedangkan di aspek measurable dan achievable, beliau menuliskan mengenai pencegahan. Mungkin bisa diseragamkan di semua aspek, dalam durasi tiga bulan tersebut, aksi yang dimaksudkan akan dijalankan berupa pencegahan (pra) atau penanganan (pasca) atau memang keduanya.









Demikian jurnal buddy review kali ini. Senang rasanya bisa berkenalan dengan mba Afriza. Semoga ke depan terbuka kesempatan untuk berkolaborasi antar gerakan yang kami inisiasi. Aamiin. 

 

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Mini Project : Belajar Siklus Air

Mini Project 20 Juli 2016 Belajar Siklus Air Beberapa sore belakangan, hujan selalu menyapa. Allahumma shoyyiban nafi’an Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat. Salah satu kebiasaan yang Mentari Pagi lakukan saat hujan adalah melihat kamar belakang sambil melapor, “Ngga bocor koq Mi,alhamdulillah kering.” Hihihi..Atap kamar belakang memang ada yang bocor. Sehingga jika hujan turun, terlebih hujan besar, saya selalu mengeceknya, apakah bocor atau tidak. Dan kebiasaan inilah yang damati dan diduplikasi oleh MeGi. Dari sini jadi terpikir untuk mengenalkan siklus air padanya. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah. Saat membuka facebook timeline , ada teman yang membagi album foto mba Amalia Kartika. Berisikan ilustrasi menarik mengenai informasi ayat-ayat yang berkaitan dengan air dan hujan. Jadilah ini sebagai salah satu referensi saya saat belajar bersama mengenai siklus air. Untuk aktivitas ini saya menggunakan ilustrasi siklus air untuk stimulasi m