Skip to main content

Posts

Empat Area Seru yang menjadi Wahana Belajar di Taman Bunga Blumengärten Hirschstetten

  Tidak setiap akhir pekan kami mengagendakan kegiatan di luar rumah. Tak jarang agenda akhir pekan berupa aktivitas di rumah saja. Mulai dari beres-beres rumah, masak bareng atau bahkan nonton film saja. Menyempatkan diri untuk tidur siang juga merupakan kemewahan yang kadang kami pilih untuk dijalani di akhir pekan. Kali ini saya akan berbagi cerita salah satu aktivitas akhir pekan beberapa waktu lalu di salah satu taman di kota Wina yang bernama Blumengärten Hirschstetten. Taman dengan luas 60.000 meter persegi ini terletak di distrik 22. Untuk masuk ke taman ini, pengunjung bisa melewati dua pintu, pintu pertama adalah di pintu selatan yaitu dari Quadenstraße 15, sedangkan pintu utara adalah dari Oberfeldgasse. Perjalanan dari rumah membutuhkan waktu sekitar lima puluh menit, menggunakan U4 lanjut U1 dan Straßenbahn 26 hingga Haltestelle Oberfeldgasse/Spargelfeldstraße dan masuk melalui pintu utara. Sesampainya di sana, kami disambut oleh kebun binatang kecil yang berisi bebera...

Catatan Belajar di Genuss Festival 2022 Wien

Alhamdulillah wasyukurillah, setelah melewati masa pandemi selama dua tahun, atas izin Allah keadaan berangsur-angsur membaik. Di kota Wina sendiri, festival-festival yang melibatkan banyak pihak dan bisa dihadiri oleh orang dalam jumlah banyak sudah mulai bisa digelar. Perpaduan kondisi yang mulai melonggar dengan hangatnya musim semi membuat warga amat antusias menyambut aneka festival yang diadakan oleh pemerintah. Salah satunya adalah Genuss Festival  yang berlangsung di tanggal 6 hingga 8 Mei 2022 lalu. Genuss Festival  merupakan acara festival kuliner dimana berbagai produsen bahan pangan dari segenap penjuru Austria hadir. Acara ini sendiri pertama kali kami peroleh infonya dari pengajar di sekolah. Beliau menghimbau kami untuk hadir di acara tersebut untuk mengenal dan mempelajari langsung aneka produk pangan lokal regional sendiri. Bagi teman-teman sekelas yang memang lahir di sini atau sudah puluhan tahun tinggal di sini, mungkin acara tersebut tidak begitu menarik p...

Menerapkan First Things First dalam Beraktivitas

Dalam kehidupan, tentu masing-masing dari kita memiliki peran yang beragam, juga aktivitas yang beraneka rupa. Pernahkah teman-teman merasa bahwa waktu dua puluh empat jam sehari itu terasa kurang? Saya pernah, bahkan mungkin sering. Seorang pernah menyampaikan, bahwasanya kewajiban yang kita emban memang lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Maka, tak heran jika sebagai muslim, kita kerap diingatkan untuk berhati-hati dalam memanfaatkan waktu. Bagaimana agar setiap detik yang Allah pinjamkan ke kita, bisa kita manfaatkan dengan efektif dan efisien. Beberapa waktu belakangan, saya sedang belajar untuk mengelola waktu dalam kandang waktu pekanan. Saat melakukan evaluasi harian, saya merasa ada beberapa hal yang bisa dijadikan langkah perbaikan terkait manajemen diri dan manajemen waktu untuk diri saya sendiri. Bukankah di balik kesalahan yang terjadi, kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mau? Karenanya, saya mencoba berikhtiar mengupayakannya. Poin pertama, tentukan fokus utama...

Ketika Jadwal Belajar di Kelas Mendadak Berubah

Pekan ini qodarullah ternyata kami kembali praktik memasak. Meski di pertemuan pekan lalu disampaikan bahwa Kamis pekan ini kami akan melanjutkan pembelajaran teori seputar daging, tapi ternyata ada rencana kejutan dari pengajar. Kali ini kami diminta untuk memasak dengan tema Fingerfood. Jadwal belajar mengenai memasak (baik itu berupa teori maupun praktik) sebenarnya setiap hari Kamis. Namun di hari Rabu, di tengah-tengah mengkerutnya kening kami di siang hari akibat membahas soal PR Buchhaltung seputar  Lohn, pengajar kelas memasak meminta waktu pasca makan siang pada pengajar kelas akuntansi untuk masuk ke kelas kami. Beliau berencana membahas rencana memasak di hari Kamis di Rabu siang tersebut, mengajak kami menggali ide menu apa saja yang akan kami eksekusi di keesokan hari beserta belanja kebutuhan memasak di supermarket terdekat. Dengan demikian, di hari Kamis kami tinggal memasaknya saja. Antara bingung dan senang, kami menerima berita itu. Bingung karena kami tidak memba...

Catatan Buka Bersama Kedua : Tentang Masjid As-Salam Wapena dan Kisah yang Menyertainya

Alhamdulillah hari ini bisa merasakan kembali hangatnya buka bersama di masjid As-Salam WAPENA. Spesial hari ini, acaranya cukup unik, karena tidak ada narasumber khusus, melainkan peserta bergantian membagikan kesan Ramadan di Austria. Topik ini berjalan cukup interaktif sehingga hangatnya kebersamaan di masjid pun semakin terasa. Gambar 1. Suasana buka bersama Buka bersama edisi terakhir ini pun lebih ramai dari biasanya. Panitia mengumumkan bahwa ada sekitar 75 jamaah yang akan hadir. Dan benar saja, menjelang waktu berbuka masjid sudah penuh oleh peserta. Situasi ini membawaku ke memori Ramadan 2019 silam. Saat buka bersama -di masjid lama yang masih mengontrak- masih berlangsung rutin karena belum ada pandemi. Hangat, ramai, tersedia aneka makanan yang lezat pula. Suasananya benar-benar mengobati rasa rindu dengan tanah air. Dan kali ini, suasan itu hadir kembali setelah sekian lama. Menyimak perjalanan Wapena dari tahun ke tahun oleh para sesepuh, membuat hati ini bergetar. Teras...

Cerita RAMEN (Ramadan in Ferien) Bagian Dua : Kuis Cepat Tepat dan Ausflug TPA ke Masjid As-Salam

Meskipun kegiatan RAMEN sudah usai berlangsung lebih dari sepekan lalu, namun keseruan kegiatannya baru bisa lanjut kuceritakan sekarang. Untuk bisa mengikuti ceritanya secara utuh, cerita bagian satu bisa disimak di sini ya. Kegiatan banyak berlangsung outdoor karena selain anak-anak bisa bergerak lebih leluasa dan mengasah motorik kasar, juga karena udara sudah semakin menghangat. Setelah beberapa bulan mayoritas kegiatan banyak dilakukan di dalam rumah karena cuaca yang dingin, kini saatnya kembali merasakan sapaan hangat mentari yang sudah lama dirindukan. Kami memilih berkegiatan di taman Setagaya. Tujuan utamanya tentu saja menikmati keindahan bunga sakura yang sedang bermekaran. Taman Setagaya ini didesain di tahun 1992 oleh Ken Nakajima dari Jepang. Sesuai dengan namanya, taman ini memang taman bergaya Jepang. Tak heran jika taman ini sangat ramai dikunjungi pengunjung di musim semi, untuk mengabadikan momen bersama bunga-bunga sakura yang bermekaran. Gambar 1. Taman Setagaya N...

Serunya Buka Bersama di Masjid As-Salam Warga Pengajian Austria (WAPENA)

Aku bersyukur sekali, karena kemarin sore kami sekeluarga berkesempatan menghadiri kajian dan buka bersama di masjid As-Salam WAPENA (Warga Pengajian Austria). Karena kajian dijadwalkan mulai jam 17.00 CEST, kami berencana untuk berangkat ke masjid jam 16.00 CEST karena estimasi durasi perjalanan adalah sekitar 45 menit. Namun ternyata molor karena ini itu, sehingga kami baru keluar rumah jam 16.37. Anak-anak membawa tas masing-masing berisi sajadah dan perlengkapan salat mereka. Ada rasa haru yang menyeruak karena kami bisa kembali hadir di acara tersebut, setelah dua tahun ditiadakan karena pandemi. Siapa yang tak rindu dengan masjid dan kebersamaan umat di dalamnya? Sesampainya di masjid, kami perlu melakukan Antigen Test karena hasil PCR Test yang kami lakukan satu hari sebelumnya belum kami terima. Ditambah dengan menunjukkan bukti vaksin lengkap. Dan ternyata di masjid masih relatif sepi. Baru segelintir orang yang hadir meskipun waktu menunjukkan pukul 17 lewat. Kesempatan terse...