Skip to main content

Posts

Tantangan 30 Hari Day 19 : Membaca Buku Anak berjudul “Die Muellabfuhr”

Hari ini saya membaca buku anak tanpa anak-anak. Siang hari ini saya tidur siang di saat suami dan anak-anak beberes rumah, saat saya bangun rumah sudah dalam keadaan rapi dan anak-anak bersiap menonton film sebagai bentuk apresiasi suami pada mereka. Karenanya, mereka memilih menonton film saat saya mengajak membacakan buku. Tak apa, momennya memang sedang tidak pas. Jadilah saya membaca buku sendirian hari ini. Buku anak yang saya ambil berjudul “Die Muellabfuhr”. Selain untuk memahami bahasa Jerman, juga untuk menambah referensi bahan tulisan yang sedang saya kerjakan mengenai pengelolaan sampah di kota Wina. Apa isi buku ini?   Buku ini ditujukan untuk anak usia 2 s.d. 4 tahun. Jika dibandingkan dengan buku-buku anak yang sebelum-sebelumnya, yang ditujukan untuk anak usia 4 s.d. 7 tahun, memang bahasa yang digunakan lebih sederhana dan lebih mudah dimengerti. Buku ini menceritakan bagaimana seorang Muellarbeiter (petugas pengangkut sampah) menjalani hari mereka. D...

Tantangan 30 Hari Day 18 : Membacakan Buku Anak berjudul “Mein erstes Vorschulbuch”

Alhamdulillah wasyukurillah, tantangan 30 hari hari ke-18 bisa tertunaikan tepat waktu. Sempat khawatir juga mengingat waktu pengerjaan dan penulisan laporan hari ini yang sangat mepet dengan batas waktu berakhirnya hari. Sekalipun di sini masih waktu Ashar, namun di Indonesia sudah menuju jam Cinderella. Hihihi. Hari ini saya menggunakan waktu pagi hari kami untuk berbelanja kebutuhan dapur. Karena kami membutuhkan tahu dan tempe, tujuan belanja saya adalah toko Asia yang biasanya kami tempuh dengan menggunakan kendaraan umum. Namun kali ini saya menuju kesana dengan berjalan kaki. Selain ke toko Asia saya juga ke dua toko lain yang berdekatan lokasinya. Sesampainya di rumah, saya larut dalam tugas domestik bersama keluarga. Setelahnya, saya mengerjakan tugas dari kursus bahasa Jerman yang cukup banyak. MasyaAllah, benarlah adanya bahwa waktu yang tersedia memang senantiasa jauh lebih sedikit dibandingkan aktivitas dan peran yang harus dijalankan. Maka menjalankan pekerjaan sesuai...

Tantangan 30 Hari Day 17 : Membacakan Buku Anak berjudul “ Was passiert in der Spittelau?“

Buku yang kami baca ini sebenarnya masih satu tema dengan beberapa buku kemarin. Sama-sama dibagikan oleh Wien Energie saat Festival Sampah dan bertemakan pengolahan sampah di kota Wina. Ya, tema yang sangat dekat dengan keseharian kami. Buku ini menceritakan bagaimana proses pengolahan sampah di Spittelau hingga menjaid energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Diawali dengan cerita Ida dan keluarga yang masih menggunakan oven konvensional sebagai pemanas ruangan. Orangtua Ida berencana mengganti oven tersebut karena pemakaiannya menghabiskan banyak minyak yang berdampak tidak ramah lingkungan. Selain itu, oven tersebut juga kurang optimal dalam memanaskan seluruh ruangan di dalam rumah karena jangkauannya yang terbatas. Cerita dilanjutkan dengan pengamatan mereka terhadap pekerjaan yang ada di jalan dekat rumah. Sebuah lubang panjang sedang digali di jalan untuk pemasangan saluran air panas. Mereka bertemu dengan petugas Wien Energie yang menjelaskan sumber air panas...

Sebuah Opini Diri mengenai Tempat Belajar yang Benar, Baik dan Bermanfaat

Bismillaahirrohmaanirrahiim… Tulisan ini didedikasikan untuk diri saya sendiri, dalam upaya semakin mengenal diri sendiri. Perjalanan remedial mandiri kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch 8 ini saya lakukan dengan sadar dan bahagia, mengoptimalkan kesempatan seiring dengan amanah Ketua HIMA regional yang sedang saya emban saat ini. Kelas Matrikulasi memang bukan hal baru bagi saya. Saya sudah mengikuti kelas Matrikulasi batch pertama di tahun 2015 dulu. Sebagai angkatan pertama, kelas Matrikulasi difasilitasi langsung oleh founder Ibu Profesional, bu Septi Peni Wulandani. Lulus kelas Matrikulasi, saya berganti peran. Memfasilitasi kelas Matrikulasi batch 2 dan berlanjut ke peran berikutnya. Dan kini di tahun 2020, saya sedang belajar di kelas Bunda Cekatan dan mengemban amanah sebagai Ketua HIMA regional Efrimenia. Keikutsertaanku di kelas Matrikulasi batch 8 tidak lain karena berkaitan dengan amanah sebagai ketua HIMA regional. Alih-alih menganggapnya sebagai beban...

Karena Mengelola Emosi Membutuhkan Komitmen dan Konsistensi

Kecerdasan emosi merupakan kebutuhan mendasar yang perlu saya kuasai untuk menunjang produktivitas dan menjaga keseimbangan peran. Urgensinya pun semakin mendesak karena juga didukung oleh suami. Karena perolehan badge sepuluhari pertama kemarin masih berwarna-warni, saya memutuskan untuk melanjutkannya di putaran kedua tantangan puasa tahap kepompong ini. Di pekan kedua ini, giliran suami saya yang mengalami ujian sakit. Beliau radang tenggorokan juga signifikan. Karena tren penularan virus Covid-19 yang masih terus menanjak naik, beliau menolak untuk dibuatkan termin ke Hausarzt. Beliau memilih untuk mengkonsumsi obat yang saya dapatkan sebelumnya dari dokter dan beristirahat total. Tidak ideal memang, karena penyakit yang kami derita belum tentu sama sehingga obat yang diperlukan pun bisa jadi berbeda. Namun suami khawatir dengan kondisi beliau yang kurang fit, beliau menjadi rentan tertular virus Covid-19. Pertimbangan yang cukup mendasar. Setelah kami berdiskusi, saya meny...

Tantangan 30 Hari Day 16 : Membacakan Buku Anak berjudul “Was die Sonne alles kann”

Hari ini sebenarnya hampir saja saya skip mengerjakan tantangan, karena tantangan belum juga saya kerjakan hingga dua jam menjelang batas waktu pengumpulan tantangan. Siang hari ini saya ada agenda ke luar rumah. Saya perlu mengantar sampel urine anak ke dokter anak dan menantikan hasilnya, berlanjut membeli obat di Apotek dan membeli kebutuhan pangan. Sesampainya di rumah, kami makan siang , sholat dan membuat kue bersama. Usai membuat kue, saya mimisan. Cukup banyak darah yang keluar. Kepala juga terasa pusing. Hingga kemudian suami memerintahkan untuk tidur siang. Saya pun menurut. Setelah tidur siang, alhamdulillah kondisi sudah membaik. Keluar dari kamar, saya melihat si sulung sedang membaca buku-buku kecil. Saya menjadi termotivasi untuk mengerjakan tantangan 30 hari. Bukankah buku-buku kecil itu cukup sederhana dan realistis untuk dituntaskan dibaca bersama di waktu yang sempit ini? Bukankah indikator kesuksesan mendasar dari pengerjaan tantangan ini adalah terbentuknya...

Tantangan 30 Hari Day 15 : Membaca Buku Anak berjudul “Was aus Biomuell alles warden kann”

Hari ini anak-anak tidak bersedia dibacakan buku, mereka memilih untuk asyik bermain berdua. Maka saya membaca buku anak untuk diri saya sendiri. Hahaha. Buku anak yang saya pilih ini cukup tipis cukup padat isinya. Menceritakan tentang pengolahan sampah organik menjadi biogas. Bagaimana perjalanan daun-daun kering, sampah dapur seperti kulit buah atau batang daun bisa dikonversi menjadi sumber energi yang bisa digunakan untuk pemanas ruangan, memasak makanan dan bahan bakar kendaraan. Buku ini menarik, saya menyelesaikan membacanya cukup dengan durasi sepuluh menit. Singkat, padat berisi dan bermanfaat. Badge Very Good tersematkan untuk hari ini.