Thursday, 9 April 2020

Tantangan 30 Hari Day 17 : Membacakan Buku Anak berjudul “ Was passiert in der Spittelau?“


Buku yang kami baca ini sebenarnya masih satu tema dengan beberapa buku kemarin. Sama-sama dibagikan oleh Wien Energie saat Festival Sampah dan bertemakan pengolahan sampah di kota Wina. Ya, tema yang sangat dekat dengan keseharian kami. Buku ini menceritakan bagaimana proses pengolahan sampah di Spittelau hingga menjaid energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Diawali dengan cerita Ida dan keluarga yang masih menggunakan oven konvensional sebagai pemanas ruangan. Orangtua Ida berencana mengganti oven tersebut karena pemakaiannya menghabiskan banyak minyak yang berdampak tidak ramah lingkungan. Selain itu, oven tersebut juga kurang optimal dalam memanaskan seluruh ruangan di dalam rumah karena jangkauannya yang terbatas.
Cerita dilanjutkan dengan pengamatan mereka terhadap pekerjaan yang ada di jalan dekat rumah. Sebuah lubang panjang sedang digali di jalan untuk pemasangan saluran air panas. Mereka bertemu dengan petugas Wien Energie yang menjelaskan sumber air panas yang mengalir di wastafel dan kamar mandi di rumah-rumah. Sampah restmuell yang diambil dari setiap rumah, dikumpulkan di Spittelau untuk dibakar yang kemudian hasil pembakaran itu adalah energi, abu, dan asap. Rupanya ada sebuah saluran besar berbentuk lingkaran yang menghubungkan Spittelau dengan komponen pendukungnya yang kemudian dilengkapi dengan banyak saluran-saluran percabangan yang mengalirkan air panas ke rumah-rumah. Ada lagi saluran air satunya yang mengalirkan air kembali ke Spittelau.
Bonus dari pengerjaan tantangan ini, saya menjadi memiliki kesempatan untuk membuat resume buku bacaan yang tuntas saya bacakan untuk anak-anak. Momen pengerjaan tantangan sekaligus menulis resume merupakan momen untuk saya mencerna isi buku secara keseluruhan. Apakah saya menangkap keseluruhan isi buku dengan benar? Proses mencari arti kosakata baru yang saya temui, mengkaitkan satu demi satu kalimat menjadi sebuah pemahaman yang benar menjadi sebuah keasyikan tersendiri. Alhamdulillah.

Hari ini proses membacakan buku berjalan cukup lancar sekalipun saya mengerjakan mepet di sore hari waktu CEST. Jam online pagi hari saya gunakan untuk berkoordinasi daring dengan pengurus HIMA dan mengerjakan misi pertama kelas Matrikulasi. Siang hari saya full offline dan mematuhi perintah suami untuk istirahat siang. Sore hari badan kembali bugar dan memulai mengerjakan tantangan 30 hari. Badge Excellent tersematkan hari ini. Terima kasih ya Rabb. Terima kasih keluarga yang telah menjadi supporting system yang baik dalam proses belajar ini.


0 comments:

Post a comment