Skip to main content

Tantangan 30 Hari Day 17 : Membacakan Buku Anak berjudul “ Was passiert in der Spittelau?“


Buku yang kami baca ini sebenarnya masih satu tema dengan beberapa buku kemarin. Sama-sama dibagikan oleh Wien Energie saat Festival Sampah dan bertemakan pengolahan sampah di kota Wina. Ya, tema yang sangat dekat dengan keseharian kami. Buku ini menceritakan bagaimana proses pengolahan sampah di Spittelau hingga menjaid energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Diawali dengan cerita Ida dan keluarga yang masih menggunakan oven konvensional sebagai pemanas ruangan. Orangtua Ida berencana mengganti oven tersebut karena pemakaiannya menghabiskan banyak minyak yang berdampak tidak ramah lingkungan. Selain itu, oven tersebut juga kurang optimal dalam memanaskan seluruh ruangan di dalam rumah karena jangkauannya yang terbatas.
Cerita dilanjutkan dengan pengamatan mereka terhadap pekerjaan yang ada di jalan dekat rumah. Sebuah lubang panjang sedang digali di jalan untuk pemasangan saluran air panas. Mereka bertemu dengan petugas Wien Energie yang menjelaskan sumber air panas yang mengalir di wastafel dan kamar mandi di rumah-rumah. Sampah restmuell yang diambil dari setiap rumah, dikumpulkan di Spittelau untuk dibakar yang kemudian hasil pembakaran itu adalah energi, abu, dan asap. Rupanya ada sebuah saluran besar berbentuk lingkaran yang menghubungkan Spittelau dengan komponen pendukungnya yang kemudian dilengkapi dengan banyak saluran-saluran percabangan yang mengalirkan air panas ke rumah-rumah. Ada lagi saluran air satunya yang mengalirkan air kembali ke Spittelau.
Bonus dari pengerjaan tantangan ini, saya menjadi memiliki kesempatan untuk membuat resume buku bacaan yang tuntas saya bacakan untuk anak-anak. Momen pengerjaan tantangan sekaligus menulis resume merupakan momen untuk saya mencerna isi buku secara keseluruhan. Apakah saya menangkap keseluruhan isi buku dengan benar? Proses mencari arti kosakata baru yang saya temui, mengkaitkan satu demi satu kalimat menjadi sebuah pemahaman yang benar menjadi sebuah keasyikan tersendiri. Alhamdulillah.

Hari ini proses membacakan buku berjalan cukup lancar sekalipun saya mengerjakan mepet di sore hari waktu CEST. Jam online pagi hari saya gunakan untuk berkoordinasi daring dengan pengurus HIMA dan mengerjakan misi pertama kelas Matrikulasi. Siang hari saya full offline dan mematuhi perintah suami untuk istirahat siang. Sore hari badan kembali bugar dan memulai mengerjakan tantangan 30 hari. Badge Excellent tersematkan hari ini. Terima kasih ya Rabb. Terima kasih keluarga yang telah menjadi supporting system yang baik dalam proses belajar ini.


Comments

Popular posts from this blog

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-...

Nomor Sim Card Indonesia Nonaktif Saat Berdomisili di Luar Negeri? Lakukan Langkah Berikut untuk Reaktivasi!

Saat tahun lal u kami berkesempatan mudik ke Indonesia, saya membeli nomor sim card Indonesia dengan provider Telkomsel dan berniat menjaganya agar tetap aktif. Sekalipun tinggal di luar negeri, kami menggunakan beberapa aplikasi dalam negeri yang membutuhkan nomor sim card Indonesia yang aktif untuk verifikasi. Masa aktif kartu yang saya beli memang relatif pendek, sehingga saya merasa perlu mengeceknya secara berkala agar tidak sampai hangus. Tapi setelah beberapa bulan berjalan, saya larut dengan agenda-agenda keseharian, dan lupa mengeceknya via aplikasi MyTelkomsel. Pagi ini saya baru ingat, kemudian membuka aplikasi MyTelkomsel. Gagal, karena ternyata ter-logout otomatis. Entah sejak kapan, karena memang aplikasi tersebut jarang saya buka selama di Abu Dhabi. Saat saya mencoba login, qodarullah aplikasi meminta untuk melakukan verifikasi via SMS. Dan di sinilah tantangan muncul, SMSnya tidak sampai. Maka verifikasi pun gagal dilakukan. Saya mulai mencari informasi, apakah ada car...

Persiapan Memasuki Perkuliahan Semester Dua di IOU

Bulan ini perkuliahan semester dua dimulai. Sejak awal bulan, saya mulai melakukan registrasi untuk kemudian bisa mengakses materi perkuliahan. Namun baru ditindaklanjuti dua pekan belakangan, saya menelusuri isi setiap mata kuliah di situs IOU. Tepatnya setelah acara 2 nd  Anniversary Puan Adaptif yang bertajuk Tangguh dan Tumbuh : Mengasah Growth Mindset dan Resiliensi sebagai Bentuk Adaptabilitas dalam Menghadapi Ketidakpastian selesai dihelat. Dijalankan bertahap dan satu persatu, alhamdulillah. Jadi semester ini insyaAllah ada tiga mata kuliah, yang mana per mata kuliah terdiri dari 40 modul. Maka total ada 120 modul yang harus dibaca dan dikerjakan kuisnya. Dilengkapi dengan tiga tugas research paper per mata kuliah, sehingga totalnya ada sembilan research paper yang harus dikerjakan. Kemudian, setiap mata kuliah juga dilengkapi dengan referensi yang jumlahnya terbilang banyak . Benar adanya kalau semester satu kemarin terbilang pemanasan. Baru mengunduh materi referensi untu...