Skip to main content

Momen Refleksi Seorang Bunda (menuju) Produktif

Bismillahirrohmanirrohim…

Refleksi saya adalah bahwasanya kelas Bunda Produktif ini sangat identik dengan kerja kelompok. Untuk sukses melaluinya, setiap Hexagonia perlu memiliki sikap proaktif, inisiatif, dan project ownership yang tinggi sebagai kunci sukses dalam membangun kota bersama-sama.



STOP

Proses apa saja yang selama ini tidak bekerja untuk project passion kita?

Apa saja yang harus kita “stop” dan tidak dikerjakan lagi, apabila project passion ini akan berlanjut?

Alur kerja yang tidak end to end.

Analisa pribadi diri :

Penyebab bisa tidak terjadi end to end salah satunya adalah karena tsunami informasi yang terjadi di WAG koordinasi Co-Housing. Jika saya amati, dalam satu hari saja bisa beragam bahasan berseliweran. Mulai dari pengumuman jadwal live, umpan bahan diskusi seputar project passion, hingga bahasan tugas jurnal yang perlu dikerjakan berkelompok. Padahal jam daring seorang ibu sangat terbatas dengan jadwal yang berbeda-beda antara satu ibu dengan ibu lainnya. Materinya sangat bagus, alur belajarnya juga sangat bagus, namun banyaknya informasi yang berlalu lalang bagi saya secara pribadi merasakan banyak distraksi dalam pikiran. Kencangnya arus informasi yang terjadi, membuat diskusi kami di WAG lekas beralih bahasan. Setiap penanggung jawab kegiatan ingin segera menuntaskan kewajibannya dengan membagikan berita yang ada sebagai bagian dari instruksi leader. Namun di sisi lain, menyebabkan bahasan-bahasan sebelumnya tertimpa dan terlupakan untuk dibahas. Dan banyak yang mengalami kejadian serupa, sehingga terjadi alur kerja yang tidak end to end.

Yang harus di-STOP adalah kebiasaan untuk bergantung pada pihak lain, terutama pada leader. Memiliki rasa tanggung jawab untuk menuntaskan amanah yang sudah diemban dan rutin mengkomunikasikan kondisi diri saat memiliki keterbatasan. Dan yang paling penting, memiliki alokasi waktu untuk mengikuti kelas Bunda Produktif dengan penuh kesungguhan. 

START

Apa hal-hal baru yang bisa kita usulkan untuk meningkatkan proses kinerja kita apabila project passion ini akan dilanjutkan?

Mengangkat ragam tema, sambil mengenalkan tema tertentu pada anak

Tahap membuat buku cerita satu tema tertentu

Read Aloud beserta aktivitas pendukung dilanjutkan

Menampung kebutuhan bahasa Inggris dan Jerman dengan membuat buku tiga bahasa

Analisa pribadi diri :

Setiap orang berada di peran yang sesuai dengan dirinya sehingga menghasilkan karya yang excellent dengan durasi waktu yang mencukupi. Di sisi lain, saya merasa ingin mengulik untuk mendalami proses belajar dengan gamifikasi, terutama terkait manajemen waktu dan energi. Karena pada prosesnya kemarin, saya masih mengambil peran sesuai kapasitas yang dimiliki agar tidak menimbulkan ketimpangan di peran lain di luar kelas Bunda Produktif. Apakah saya sudah mengerjakan yang terbaik? Belum, namun saya memilih untuk bahagia dengan realistis. Sempat berpikir, kalau saya sedang tidak kursus bahasa, tidak sedang mengelola komunitas, mungkin saya bisa lebih optimal di kelas Bunda Produktif. Namun hal tersebut dipatahkan oleh pemikiran berikutnya, bahwa justru kelas Bunda Produktif menyajikan kondisi riil, bagaimana proses menuju seorang bunda produktif dengan banyak batu terjal tantangan yang mengiringi. Kelas belajar di Ibu Profesional senantiasa membuat saya terus berpikir. :D

CONTINUE

Apa saja yang sudah bekerja baik di project passion kita, dan akan kita lanjutkan? Proses/hal-hal apa saja yang akan kita eksplor lebih lanjut ke depannya?

Sistem kerja yang sudah baik, Pembagian beberapa peran

Sudah bisa mengidentifikasi keunggulan teman-teman sesuai bakatnya

Saling support

Kontrol dari PJ milestone dan leader

Meet up pekanan

Analisa pribadi diri :

Setiap dari anggota tim bisa mengerjakan tugas dengan optimal, saling melengkapi satu sama lain. Setiap Hexagonia melewati beragam momen. Ada kalanya harus memberanikan diri keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru, ada kalanya mengalah untuk memberi kesempatan yang lain, ada kalanya berusaha memahami kondisi yang lain tanpa hadir perasaan menjadi korban. Mampu menakar kemampuan juga penting untuk merumuskan tujuan yang presisi. Sehingga tidak terlalu stress karena sangat idealis, namun juga tidak hambar karena tujuannya sangat sederhana.

Bertemu dengan sepuluh orang lain yang berbeda-beda tujuan meski memilih bidang yang sama, merumuskan tujuan dan mewujudkannya bersama ke dalam project passion Literaksi Tematik dalam jangka waktu kurang dari lima bulan, dengan tidak ada satu orang pun yang mengundurkan diri dari kelas, itu adalah capaian luar biasa bagi diri saya secara pribadi. Silakan unduh project passion kami di sini



False Celebration

1.       Apa kesalahan yang pernah saya lakukan selama di Hexagon City

Kurang presisi dalam mengukur kapasitas diri sebelum masuk kelas Bunda Produktif terkait ketersediaan waktu yang dimiliki sepaket dengan jumlah amanah yang sedang diemban saat ini.

 

2.       Belajar apa saya dengan kesalahan tersebut?

Semakin menyadari bahwa setiap pilihan selalu diiringi dengan konsekuensi.

3.       Sekarang saya jadi tahu apa saja yang harus saya lakukan, agar tidak terjadi kesalahan yang sama

Di kelas Bunda Produktif ini saya banyak belajar mengenai manajemen diri,  bagaimana bergerak sesuai prioritas, bertanggungjawab dengan tugas, mengerjakan amanah dengan efektif dan efisien, dan komunikasi produktif dengan pihak lain.

4.       Tepuk tangan dan apresiasi

Syukur alhamdulillah, berhasil berproses hingga titik ini. Semoga Allah rida dan tuntun langkah ini senantiasa. Berproses menjadi seorang ibu profesional, kebanggaan keluarga.



 

Wina, 2 Maret 2021

Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan