Skip to main content

Laporan Pertanggungjawaban Tim TPA Masjid As-Salam WAPENA Wina, Austria 2018-2020

Bismillahirrohmanirrohim…

Menjelang akhir pekan, saya menyusun laporan pertanggungjawaban kegiatan TPA Masjid As-Salam WAPENA yang sudah berjalan sejak Oktober 2018 hingga Maret 2021. Alhamdulillah wasyukurillah Allah tuntun setiap langkah dalam kebersamaan sebuah tim. Sebagai dokumentasi, laporan tersebut saya simpan juga di postingan blog berikut.   

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

TPA MASJID AS-SALAM WAPENA

PERIODE 2018-2020 

VISI :

Bersama-sama bergerak menjalankan pendidikan Islam untuk anak muslim Indonesia di Austria menuju generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlak mulia

MISI :

  1. Mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur'an kepada santri/anak-anak Indonesia di Austria
  2. Menanamkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kepada santri
  3. Menanamkan akhlak Islami kepada santri
  4. Menjalin ukhuwah islamiyah

SUSUNAN KEPENGURUSAN

Pembina                   : Bu Ning

Ketua                        : Mesa Dewi Puspita

Bendahara               : Ramlina Ramdeni

Sie Dokumentasi      : Riesa Yosita

Tim Pengajar            :          

Bu Levi Marfianti. Bu Rini, Mas Muhammad Luthfi, Mas Fermi Austrianto, Mba Anies Mutiari, Mba Annisa Maulidyaningtyas, Mba Elok Waziiroh, Mas Agis (Maulana Mughitz Naji), Mas Naufal Ahmad, Mas Apri Irianto dll.

Jumlah pengajar aktif saat ini : 7 orang

Jumlah santri aktif saat ini : 14 anak

PROGRAM KERJA YANG SUDAH TERLAKSANA

TPA rutin di masjid setiap Ahad (s.d. Maret 2020)



Ceria Sambut Ramadan (April 2019)

Forum Wali Santri (1 Maret 2020)



Pembagian laporan santri dan diskusi bersama wali santri.

Kegiatan Tentatif Hari Besar Islam (Ramadan & Maulid Nabi)


Games Piknik WAPENA (2019)



Tahsin Pengajar TPA bersama Ustadz Arfi (8x pertemuan selama Januari-Februari 2020)

Peserta : Bu Levi, Bu Rini, Mba Annisa, Mas Agis, Mesa

Piknik Pengajar TPA


Mulai Maret 2020 hingga saat ini TPA berlangsung secara online. Adapun program online yang sudah terlaksana antara lain :

TPA online





Sesi Kisah Islam (September 2020)

 


 

Dua Pengajar mengikuti Pelatihan Pengajaran Mutqin TPA - Rumah Tajwid (Januari 2021)

Pengajar yang menjadi perwakilan : Mesa Dewi Puspita dan Riesa Yosita

Pembukaan TPA online 2021

Setelah vakum di September-Desember 2020, TPA online kembali aktif dengan format baru. Maka sebagai pembuka, diadakan kajian perdana di tahun 2021 dengan tajuk „Menjaga Semangat Belajar Al Qur‘an“

Reaktivasi TPA online 2021

Setelah melakukan evaluasi pelaksanaan TPA online selama tahun 2020, maka dilakukan beberapa perbaikan perihal teknis TPA online di tahun 2021. Sehingga TPA online per kelompok dilakukan dua pekan sekali sesuai alokasi waktu pihak terkait. Disiapkan form laporan dimana pengajar dan wali santri melakukan pengisian pasca sesi TPA online berlangsung. Selain itu juga ada sesi Kajian Anak Muslim setiap bulan sekali yang diisi oleh Ustadz Muhammad Luthfi.

Keuangan TPA

Berikut laporan keuangan TPA s.d. Februari 2021 :

Saldo awal                            : 508.74 ~510 EURO

Penggunaan                         : 432.67 EURO (detail tercatat di buku kas TPA)

Saldo usai penggunaan        :   77.33 EURO

Mulai Maret 2021 alhamdulillah TPA memiliki bendahara, sehingga iuran keanggotaan TPA yang memang vakum sejak kepengurusan periode sebelumnya, dapat kembali berjalan. Adapun besaran iuran adalah 5 EURO per anak per bulan, jika dalam satu keluarga ada dua santri maka besaran iuran menjadi 8 EURO per bulan. Iuran dikumpulkan melalui transfer ke rekening bendahara.

Nominal iuran yang terkumpul hingga saat ini  : 166 EURO

Total saldo TPA saat ini                                     : 243.33 EURO


Catatan khusus :

Tantangan pelaksanaan TPA selama pandemi 

  • Menemukan sistem dan teknis pelaksanaan TPA online yang sesuai dengan kondisi pengajar dan santri juga wali santri.
  • Menciptakan bonding dan suasana pembelajaran yang hangat seperti yang dirasakan jika TPA di masjid, melalui media online.
  • Mengadakan acara bersama yang mencakup seluruh santri dengan rentang usia yang luas, juga rentang fokus yang bervariasi.
  • Keterbatasan waktu yang dimiliki pengurus & pengajar untuk berkoordinasi online.

Kejutan dari Allah dalam pelaksanaan TPA selama pandemi :

  • Anak-anak muslim di Austria yang belum terdaftar sebagai santri bisa turut terlibat mengikuti kajian anak muslim TPA, bahkan yang berada di luar kota Wina, Austria
  • Sistem pelaksanaan TPA online menarik perhatian pengurus TPA Leeds UK sehingga beliau sempat bergabung langsung di acara TPA online untuk bisa melakukan hal serupa di sana
  • Tim pengajar yang sudah di Indonesia bisa kembali berkolaborasi dan turut mengajar para santri

Seiring perjalanan waktu dan kerjasama dari seluruh pihak, alhamdulillah Allah bukakan jalan sehingga TPA online yang berjalan saat ini sudah berlangsung dengan cukup lancar.

Mohon maaf atas keterbatasan dan kesalahan yang saya lakukan tanpa sengaja selama mengemban amanah sebagai koordinator TPA Masjid As-Salam WAPENA 2018-2020. Semoga Allah ampuni dan apa yang sudah diikhtiarkan bersama menjadi amal jariyah untuk semua pihak. Aamiin.

Salam,

a.n. Tim TPA

Mesa Dewi Puspita




Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan