Thursday, 25 March 2021

Strategi Berdamai dengan Tantangan Zona Waktu ala HIMA Efrimenia

Hari ini alhamdulillah terlaksana juga sesi bagi-bagi sertifikat apresiasi untuk para member Himpunan Mahasiswa (HIMA) Institut Ibu Profesional Efrimenia. Sertifikat yang dibagikan cukup banyak, kurang lebih sebanyak agenda apa saja yang sudah dijalankan oleh HIMA sepanjang tahun 2020 dan tiga bulan pertama di tahun 2021 ini.

Mengapa menumpuk? Karena itulah keunikan regional ini, bagi saya. Tumpukan sertifikat itu adalah bukti konkret kami berdamai dengan tantangan keunikan regional. Oh iya, bagi yang belum tahu apa itu regional Efrimenia, wajar. Efrimenia sebenarnya merupakan sebuah singkatan dari nama empat benua yang tercakup di dalamnya. Yaitu Eropa, Afrika, Amerika dan Oseania. Ya, member regional ini tersebar di empat benua, dengan zona waktu yang berbeda. Amat jauh terpaut zona waktunya, dari ujung ke ujung, haha.

Kondisi unik ini tentu berdampak pada kecepatan koordinasi kami baik sebagai pengurus maupun member. Saat menerima informasi dari tim pusat, kami kerap ketinggalan beberapa hari karena zona waktu dan keterbatasan jam daring yang kami miliki. Saat membuka WAG koordinasi lintas regional, chat yang ada kerap sudah ratusan, dan kami membutuhkan waktu untuk mencerna informasi yang ada satu persatu sebelum kemudian kami teruskan pesan tersebut ke regional.

Saat berkoordinasi antar pengurus, kami berada dalam zona waktu yang berbeda. Di Eropa pagi hari, di Amerika jelang jam tidur. Setiap chat berupa pertanyaan atau bahan diskusi, kerap belum mendapatkan jawaban sebelum satu hari berlalu, bahkan lebih. Ya memang sulit, dan kami tidak bisa memaksakan diri untuk berlari terus menerus demi mengikuti ritme yang ideal, karena kondisi kami memang jauh dari kata ideal. Maka dari itu, kami mencoba mencari titik ideal versi kami. Bagaimana agar kami bisa bertumbuh dengan berkomunitas dengan ritme yang sesuai dengan kecepatan yang kami sanggupi.

Termasuk pada proses pembuatan sertifikat. Koordinasi dimulai antara tim medkom dan tim program. Tim medkom mendapatkan nama-nama narasumber dari tim program, yang terus bertambah hampir setiap pekan. Dan tim medkom tidak selalu bisa bergerak setiap pekan. Saat tugas kuliah di Institut Ibu Profesional terasa sangat padat merayap, apalagi di kelas Bunda Produktif kemarin, kami memilih mengambil jeda dan fokus dengan pengerjaan project passion yang menjadi tugas utama di kelas Bunda Produktif. Usai kelas Bunda Produktif tuntas, baru kami beralih fokus ke pengerjaan sertifikat. Dan alhamdulillah, tim medkom dengan cekatan menuntaskannya dan hari ini kami bisa membagikannya di WAG HIMA. MasyaAllah tabarakallah...lega rasanya.

 

 

 

0 comments:

Post a Comment