Tuesday, 23 March 2021

Kajian Teks Sederhana dari Buku Anak berjudul “Huda bekommt ein Brüderchen“

Bismillahhirrohmanirrohim…

Pasca mengikuti Training of Trainer Read Aloud beberapa bulan lalu, saya jadi belajar untuk membuat sebuah kajian teks sederhana dari sebuah buku yang dibacakan untuk anak. Maka kali ini saya mencoba untuk mempraktikkannya.

Judul : Huda bekommt ein Brüderchen

Penulis : Suleman Taufiq

Ilustrator : Eva Spanjardt

Tema :

Genre :

Tokoh (karakter) : Huda, seorang anak perempuan berusia lima tahun

Letak (setting) / latar tempat : rumah, rumah sakit

Latar waktu : pagi, siang, sore, malam hari

Alur :

Awal

Huda akan memiliki seorang adik laki-laki. Karenanya kakek dan nenek datang dari Damaskus agar bisa membantu ayah dan bunda beradaptasi dengan kondisi baru di rumah. Keesokan harinya, ayah dan Huda menjemput bunda dan adik bayi dari rumah sakit. Nenek menyiapkan tatanan rumah untuk menyambut kedatangan bunda dan Saad, sang adik bayi, menyemprotkan pengharum ruangan yang beda dari biasanya, menaburkan garam di sekeliling rumah dan memberikan sebuah batu untuk Saad yang dipercaya bisa mencegah keburukan dari orang-orang yang menjenguk. Mereka juga berdoa bersama untuk kebaikannya, nenek mengucapkan syahadat di telinga kanan Saad.

Tengah

Huda mengajak bunda untuk mengantarkannya ke TK dengan membawa adik, namun nenek melarangnya. Ternyata bayi belum boleh keluar rumah sebelum berusia tujuh hari.

Akhir

Sepulang sekolah, Huda membawa lima orang teman ke rumah untuk menjenguk Saad. Teman-teman Huda sangat senang bisa bertemu dengan Saad. Nenek membagikan camilan untuk dibawa teman-teman Huda pulang ke rumah.

Tinjauan kosakata : semua kosakata dalam bahasa Jerman

Diskusi

Diskusi tentang buku :

Karena buku ini menceritakan budaya Suriah saat kelahiran seorang bayi, maka cerita ini menimbulkan banyak pertanyaan pada anak-anak. Mengapa perlu menaburkan garam pada setiap sisi rumah? Apa yang terjadi jika hal tersebut tidak dilakukan?

Diskusi di luar buku :

Bagi saya, isi buku cerita ini sangat menarik. Menceritakan sebuah budaya dari negara lain terkait kelahiran adik bayi. Tinggal di negara yang multikultural tentu membuat kita perlu bertoleransi terkait pola hidup dan kebiasaan yang dimiliki oleh orang-orang di lingkungan sekitar kita yang berasal dari negara lain. Keragaman budaya tersebut justru membuat pengetahuan dan wawasan kita menjadi kaya.

 

 

0 comments:

Post a Comment