Skip to main content

Barang Bawaan yang Perlu Disiapkan Saat akan Berlibur Sekeluarga

Bismillahhirrohmanirrohiim...

Siapa yang tidak senang pergi berlibur? Semua orang tentu senang ya jika akan pergi berlibur. Namun sebelum berangkat, tentu ada banyak hal yang dipersiapkan. Mulai dari mmenabung, mengajukan cuti (jika dilakukan di hari aktif), merencanakan perjalanan, budgeting, hingga mempersiapkan barang bawaan. Kami memang tipe keluarga yang termasuk jarang bepergian keluar kota, karenanya kami belum bisa packing barang bawaan dengan kilat dan mendadak. Agar memudahkan jika suatu saat pergi berlibur kembali, saya merasa perlu mengabadikan dokumen packing list kami kali ini.

 

Di kesempatan ini, kami mengikuti program liburan keluarga yang dibuat oleh pemerintah kota Wina melalui Wiener Jugenderholung. Kami terbantu oleh packing list yang direkomendasikan oleh panitia. Setelah diadaptasi, berikut packing list yang kami buat :

Dokumen dan uang :

  • Izin tinggal
  • Uang tunai, jaga-jaga jika tidak ada fasilitas mesin ATM di tempat wisata tersebut dan wahana serta toko di sana tidak menyediakan fasilitas pembayaran non tunai.
  • E-card atau kartu asuransi. Jaga-jaga jika salah satu anggota keluarga sakit saat masa liburan

Covid-19 :

  • Pastikan siap menunjukkan dokumen bukti vaksin atau bukti tanda recovery yang masih berlaku.

Obat-obatan :

  • Obat-obatan pribadi seperti misalnya obat alergi, atau obat yang memang perlu dikonsumsi secara rutin
  • P3K seperti plester, minyak kayu putih, obat demam, pereda nyeri, hingga multivitamin untuk menjaga stamina tubuh. Tak jarang saat berlibur, kita menghabiskan banyak tenaga karena aktivitas fisik hingga kelelahan tanpa sadar. Atau perubahan cuaca ekstrem juga menyebabkan stamina tubuh menurun.

Perlengkapan jalan-jalan :

  • Botol minum yang siap diisi ulang
  • Tas ransel
  • Perlengkapan berenang
  • Alat bantu berenang bagi yang memerlukan (terutama anak-anak)
  • Handuk
  • Sunblock
  • Topi, kacamata hitam
  • Payung, jas hujan, sepatu anti air (karena cuaca seringkali tidak menentu)

 

Perlengkapan mandi :

  • Sabun, sampo, pasta gigi, sikat gigi
  • Sisir, pengering rambut (jika memerlukan, meski seringkali pihak hotel sudah menyediakannya di kamar mandi)
  • Kosmetik
  • Semprotan anti serangga

Pakaian :

  • Untuk pakaian, kita harus mempersiapkan diri baik untuk cuaca cerah, maupun hujan. Jadi meski sedang musim panas sekalipun, kita tetap perlu membawa pakaian berlengan panjang, topi dan jaket.
  • Pakaian dalam, kaos kaki
  • Celana, rok, atau pakaian terusan
  • Kaos pendek dan kaos panjang
  • Jaket, sweater atau pakaian hangat
  • Pakaian tidur

Sepatu :

  • Sandal selop untuk di dalam ruangan
  • Sepatu yang kuat dan rapat
  • Sandal

Lain-lain :

  • Mainan atau boneka untuk anak-anak
  • Permainan yang bisa dimainkan sekeluarga seperti boardgame
  • Buku
  • Alat tulis

Untuk perihal teknis seputar persiapan barang bawaan, tahapan yang kami lakukan adalah sebagai berikut :

  • Menulis daftar barang bawaan seperti di atas
  • Membuat tabel yang memilah antara masing-masing anggota keluarga. Jadi daftar barang bawaan di atas merupakan standar. Jika ada kebutuhan spesifik masing-masing, bisa ditambahkan di kolom setiap masing-masing anggota keluarga.
  • Berdiskusi bersama mengenai jumlah pakaian yang akan dibawa, karena berkaitan juga dengan jumlah koper atau tas. Jika memungkinkan, akan lebih baik jika kita bisa mendapatkan informasi awal, apakah hotel yang akan kita tempati menyediakan fasilitas laundry dengan harga terjangkau. Biasanya ada beberapa hotel yang menyediakan mesin cuci, mesin pengering sekaligus deterjen yang bisa pengunjung gunakan. Hal ini sangat praktis, karena bisa mengurangi jumlah pakaian yang harus kita bawa, sekaligus harganya jauh lebih murah ketimbang fasilitas laundry pakaian satuan.

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan