Monday, 26 February 2018

Strategi dalam Berbenah, Supaya Tak Menjadi Basa-Basi Tanpa Aksi



Setelah menerima materi pekan ketiga Shokyuu di kelas intensif KonMari, kami diberi tugas kedua berupa mendetilkan apa yang sudah kami tuliskan di tugas pertama. Poin pertama adalah mengenai upaya apa saja yang saya lakukan untuk konsisten dalam menjaga pola pikir. Hmm…saya tertunduk malu. Di hasil asesmen Talents Mapping saya, bakat consistency memiliki warna abu-abu. Namun ini tak bisa menjadi alasan bagi saya untuk tidak menjaga konsistensi. Yang harus saya lakukan adalah mengkolaborasikan bakat-bakat kuat saya supaya bisa konsisten menjaga pola pikir. 

Aha! Bakat discipline dan responsibility  saya tinggi, didukung dengan bakat focus dan futuristic yang cukup kuat. Kolaborasi keempat bakat ini bisa membantu saya dalam menjaga konsistensi, dengan penjabaran sebagai berikut :
  1. Saya perlu membuat perencanaan dengan detil, rapi dan terstruktur dengan bakat discipline  dan futuristic saya
  2. Saya perlu membuat tempelan-tempelan pengingat baik berupa tulisan maupun gambar di tempat yang sering saya lihat untuk mengingatkan dan menjaga focus saya terhadap target yang telah dicanangkan
  3. Target jangka panjang perlu saya bagi menjadi target jangka pendek, target-target besar perlu saya bagi menjadi target-target kecil dan mengapresiasi pencapaian setiap langkah dengan bakat responsibility saya

Visualisasi yang saya harapkan sudah saya jabarkan dengan cukup detil di tugas pertama. Tantangan dalam merealisasikannya adalah mengalokasikan waktu di sela-sela aktivitas yang ada. Di minggu pertama ini, saya belum berhasil membaca buku KonMari hingga tuntas karena ada jadwal training  Talents Mapping Dynamics selama 2 hari. Karena tempatnya di luar kota dan anak-anak tidak memungkinkan untuk dibawa, maka minggu lalu fokus saya adalah meminta restu dari suami, anak-anak dan orangtua untuk mengikuti training tersebut serta mempersiapkan support system sehingga tidak ada pihak yang kepentingannya dikorbankan karena kepentingan saya. 

Solusi yang harus saya lakukan adalah mengalokasikan waktu minimal 30 menit setiap harinya untuk berKonMari. Baik memahami konsepnya secara utuh dengan membaca buku maupun materi yang disampaikan di kelas Shokyuu, maupun berbenah secara KonMari. Ya, cukup 30 menit sehari asalkan istiqomah saya jalankan. Bismillah.

Gambar diambil dari sini

Terkait penyusunan timeline, saya baru menyusunnya saat mengerjakan tugas pertama. Saya rancang target setiap dua minggu sekali untuk mencegah saya meremehkan dan menundanya. Terkait Daily Task, yang sudah mulai saya lakukan adalah memberi tempat untuk setiap barang dan meletakkan barang sesuai tempatnya. Semoga Allah memudahkan langkah berikutnya hingga proses berbenah ini bisa saya lakukan hingga tuntas dan lulus kelas Shokyuu dengan optimal. 


#shokyuuclass
#task2
#konmariindonesia
#konmarimethod
#intensiveclass




0 comments:

Post a Comment