Friday, 26 February 2021

Bagaimana Pembelajaran TPA Masjid As-Salam WAPENA selama Pandemi COVID-19?

Bulan ini adalah bulan pertama dimana kegiatan TPA Masjid As-Salam WAPENA mulai berjalan sebagaimana jadwal yang sudah dicanangkan. Jadi karena terkait pandemi, TPA kembali berjalan secara daring dimulai dari bulan Januari lalu. Namun kami mencoba mengutak-atik jadwal agar sesuai dengan ritme dan kapasitas para pengajar dengan tetap memperhatikan agar kebutuhan santri terpenuhi.

Sebelumnya, mari kita ulas jadwal TPA sebelum pandemi ya. Yang artinya masa dimana TPA berlangsung secara luring di masjid setiap hari Minggu. Kegiatan TPA berjalan rutin sepekan sekali, seiring dengan acara kajian yang berlangsung setiap pekan. Sebelum acara TPA dimulai, para pengajar TPA mengikuti kelas tahsin bersama Ustadz Wisnu Arfian sebagai bekal dalam memfasilitasi para santri TPA. Jadi dulu jadwal rutin setiap hari Minggu adalah saya berangkat ke masjid jam 11.30 CET kemudian ada acara tahsin pengajar TPA dari jam 12.00 CET hingga jam 13.30 CET. Jam 14.00 CET biasanya warga sudah mulai berdatangan ke masjid dan kajian ALT (As-Salam Leadership Talk) pun dimulai. Usai ALT, kami salat Ashar berjamaah kemudian sesi TPA pun dimulai bersamaan dengan dimulainya kajian pekanan. Setiap pengajar memfasilitasi 2-3 santri.

Sejak pandemi, TPA berlangsung via daring setiap pekan. Jumlah pengajar yang bisa memfasilitasi via daring sedikit. Intensitas sepekan sekali pun terasa padat. Maka belajar dari perjalanan TPA daring selama tiga bulan tersebut, per Januari 2021 TPA mulai berjalan secara daring dengan teknis sebagai berikut :

  1. Satu pengajar cukup memegang satu kelompok belajar yang terdiri dari dua hingga tiga anak.
  2. Kegiatan TPA daring berkelompok dilaksanakan dalam durasi satu jam untuk satu kelompok dengan frekuensi dua pekan sekali.
  3. Setiap bulan akan ada kajian anak muslim dengan materi yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan belajar membaca Al Qur’an para santri TPA
  4. Disiapkan formulir laporan perkembangan yang bisa diisi oleh pengajar dan wali santri untuk saling melengkapi data perkembangan santri.

Di bulan Januari lalu di akhir bulan saya masih berjibaku dengan pematangan konsep dan teknis pelaksanaannya dengan memohon pertolongan Allah. Perlahan fiksasi mulai bisa dilakukan dan program mulai berjalan sesuai jadwal. Dan di bulan Februari ini, menjelang akhir pekan keempat, yang mana tidak ada kegiatan TPA di pekan keempat ini, saya bisa merasakan jeda sesuai jadwal yang berjalan.

Saya sangat bersyukur Allah kirimkan anggota tim, para pengajar yang bersedia meluangkan waktu untuk memfasilitasi para santri sekalipun via daring. Di sela kesibukan beliau-beliau berjibaku dengan studi dan penelitian. Bahkan para pengajar TPA yang sudah kembali ke Indonesia namun tetap berada di grup WhatsApp TPA saat saya menyampaikan rencana program TPA dan membuka peluang kebaikan untuk turut mengajar, beliau-beliau pun menyatakan kesediaan. Sungguh ini saya rasakan sebagai bentuk nikmat dari Allah yang tidak disangka-sangka kehadirannya. MasyaAllah tabarakallah...

Para wali santri pun antusias dan bersemangat untuk aktif berkontribusi. Ada yang menghubungi para pengajar untuk sinkronisasi jadwal, ada yang menanyakan bagaimana pengisian formulir perkembangan santri juga teknis seputar iuran TPA memudahkan saya dan tim pengurus untuk menjalin kerjasama bersama wali santri dalam menghadirkan pendidikan islam untuk para santri TPA. Dari segi pribadi dan keluarga, anak-anak pun semakin bersemangat belajar karena belajar bersama teman-teman. Mereka bertemu bersama dalam satu ruang Zoom sebulan sekali. Alhamdulillah...

Menjalankan sebuah project memang tidak mudah, namun Allah berikan kejutan kenikmatan di dalamnya. Ini adalah sebuah ikhtiar bersama dari semua pihak untuk menghadirkan pendidikan islam untuk anak-anak muslim Indonesia di Austria. Semoga Allah hadirkan keberkahan dalam langkah yang jauh dari sempurna ini. Semoga Allah hadirkan orang-orang yang silih berganti bergerak bersama-sama mengaktifkan TPA di masjid As-Salam WAPENA ini. Kehadiran saya dan keluarga di kota Wina ini memang mungkin hanya sekejap saja. Namun semoga sekejapnya ini bisa menghadirkan segaris warna yang menghadirkan kebermanfaatan dan kebaikan. Aamiin...aamiin...allahumma aamiin...

Tulisan ini dibuat untuk mendokumentasikan perjalanan sebuah Community based Education di Wina yang dimulai dengan keberjalanan TPA. Semoga menjadi inspirasi sederhana untuk teman-teman pembaca yang sedang merintis pembuatan TPA di kota atau negaranya masing-masing. Semoga juga Allah mudahkan prosesnya. Aamiin…

 

Wina, 26 Februari 2021

 

 

 

 

0 comments:

Post a comment