Skip to main content

Perjalanan Ausbildung : Saat Lernabschlussprüfung Sudah di Depan Mata

Bismillahhirrohmanirrohim... 


Kemarin sore, salah satu teman sekelas mengabarkan berita yang cukup mengejutkan. Dia sudah memperoleh surat ujian yang dikirim via pos. Awalnya, di grup Whatsapp kami sedang berdiskusi menu yang di hari Kamis akan kami masak dengan bahan yang cukup sulit, yaitu Lamm. Tiba-tiba ada yang bertanya, „Teman-teman, apakah kalian sudah mendapatkan surat ujian?“ Dan ternyata dia sudah mendapatkan surat resmi tersebut. Ya, surat tersebut memang idealnya sudah kami terima, satu bulan sebelum tanggal ujian mengingat ada banyak persiapan yang harus dilakukan.

Ya Allah, LAP sudah di depan mata. Sedangkan persiapan saya? Huhuhu. Membayangkannya saja sudah terasa lemasnya. Di detik itu saya tersadar bahwa waktu persiapan kami benar-benar tidak lama lagi. Benar-benar tidak boleh ada waktu yang terbuang sia-sia. Hiks. Apa sih isi suratnya? Isi surat untuk semua calon peserta ujian sebenarnya sama. Yang berbeda hanya waktu pelaksanaan ujian. Ujian memang terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama, tes tulis. Bagian kedua, tes praktik dengan spesifikasi praktik memasak. Bagian ketiga, tes praktik dengan spesifikasi tes lisan. Jadi total ada tiga hari ujian yang ketiganya berada dalam satu pekan.

Di surat tersebut, masing-masing dari kami akan mendapatkan informasi lengkap seputar teknis ujian yang akan kami hadapi. Dengan demikian, kami bisa mempersiapkan diri, barang-barang yang perlu dibawa dan memahami aturan ujian. di surat tersebut sudah tertera jadwal dan lokasi ujian. Setiap peserta dari kelas kami bisa jadi memperoleh jadwal yang berbeda-beda. Karena ujiannya juga berbarengan dengan peserta dari sekolah lain. Di surat tersebut juga ada varian paket menu yang nanti akan kami peroleh secara acak di hari H yang perlu kami masak di hadapan penguji. Juga ada informasi bahan pangan tambahan dan bumbu apa saja yang tersedia di keranjang belanja. Koq jadi berasa bakal kayak mau masuk galeri Masterchef ya. Bedanya, yang akan dimasak adalah menu lokal Austria dan bahasa pengantarnya total bahasa Jerman, hiks.  

Nah, mengenai ujian praktik memasak, seperti yang sudah kami pelajari dari grup semester sebelumnya, ada empat varian menu 4 Gänge yang akan kami dapatkan. Artinya, total ada enam belas menu yang perlu kami pelajari. Kemudian salah satu dari empat paket menu tersebut, akan kami masak di hari ujian praktik memasak. Lalu, durasi  memasaknya sekitar tiga jam. Ya Allah ya Rabb... padahal saat belakangan ini sempat praktik dua kali masak menu 4 Gänge, saya secara pribadi masih butuh waktu minimal sekitar empat jam untuk menyelesaikan kesemuanya. Ini mah harus banget menambah kecepatan dalam memasak. Eng...ing...eng...

Terkait dengan persiapan di sekolah, sebenarnya sejak dua pekan lalu kami sudah menjalani masa Prüfungsvorbereitung. Untuk teori, kami belajar dengan mengerjakan soal yang sangat banyak dari trainer Akuntansi. Sampai lieur liat angka. Di awal atau di akhir kelas juga biasanya trainer memberikan soal lisan untuk melatih (sekaligus mengetes sih ya...) daya nalar dan pemahaman kami. Kemudian satu pekan sekali kami juga latihan memasak 4 Gänge, yang ternyata cukup melelahkan baik secara fisik maupun psikis. Karena memasak beramai-ramai di dapur dengan kondisi masing-masing punya target sendiri itu ternyata membuat situasi cukup gaduh. Di pekan ini trainer memberi tantangan pada kami, bahwa selama memasak di hari Kamis besok, kami dilarang saling berkomunikasi antar peserta juga tidak meninggalkan peralatan masak kotor di wastafel.

Saya mencoba untuk tenang. Ambil napas, tahan, hembuskan. Berdzikir, memohon bantuan dan ampunan Allah. Mencoba tidak overthinking, dan mengalirkan kegundahan melalui tulisan. Mengurai kekusutan benang-benang di pikiran satu demi satu dengan berefleksi. Yuk, yuk, optimalkan waktu yang masih tersisa ini. Jangan lupa dengan niatan awal, bahwa strong why mengikuti Ausbildung ini adalah untuk menguatkan peran diri sebagai ibu, manajer pangan keluarga. Sembari me-refresh kembali materi yang dipelajari saat di bangku kuliah dulu, dengan cara yang lebih aplikatif, kini. Semoga mengantarkan pada rida Allah. Aamiin... Bismillah, laa hawla walaa quwwata illa billah.

Wien, 5.Oktober 2022

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Mini Project : Belajar Siklus Air

Mini Project 20 Juli 2016 Belajar Siklus Air Beberapa sore belakangan, hujan selalu menyapa. Allahumma shoyyiban nafi’an Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat. Salah satu kebiasaan yang Mentari Pagi lakukan saat hujan adalah melihat kamar belakang sambil melapor, “Ngga bocor koq Mi,alhamdulillah kering.” Hihihi..Atap kamar belakang memang ada yang bocor. Sehingga jika hujan turun, terlebih hujan besar, saya selalu mengeceknya, apakah bocor atau tidak. Dan kebiasaan inilah yang damati dan diduplikasi oleh MeGi. Dari sini jadi terpikir untuk mengenalkan siklus air padanya. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah. Saat membuka facebook timeline , ada teman yang membagi album foto mba Amalia Kartika. Berisikan ilustrasi menarik mengenai informasi ayat-ayat yang berkaitan dengan air dan hujan. Jadilah ini sebagai salah satu referensi saya saat belajar bersama mengenai siklus air. Untuk aktivitas ini saya menggunakan ilustrasi siklus air untuk stimulasi m

Manajemen Prioritas dalam Berkomunitas

Membuat Skala Prioritas Beberapa pekan lalu, kami sebagai tim Training and Consulting Ibu Profesional Non ASIA mengundang mba Rima Melani (Divisi Research and Development – Resource Center Ibu Profesional, Leader Ibu Profesional Banyumas Raya sekaligus Praktisi Talents Mapping ) di WhatsApp Group Magang Internal. Bahasan yang disampaikan adalah mengenai Manajemen Prioritas dalam Berkomunitas.  Bahasan ini kami jadwalkan sebagai materi kedua dari rangkaian materi pembekalan untuk pengurus IP Non ASIA karena bermula dari kebutuhan pribadi sebagai pengurus komunitas. Masih berkaitan dengan materi sebelumnya, yang bisa disimak di tulisan sebelumnya . Di materi pertama lalu kami diajak uni Nesri untuk menelusuri peran diri sebagai individu, yang kemudian dipetakan dan dikaitkan dengan peran dalam keluarga sebagai lingkaran pertama, dilanjutkan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan sosial sekitar. Sehingga antara peran diri, peran dalam keluarga serta peran komunal dapat di