Friday, 8 September 2017

Mengambil Jeda Sejenak, Meluruskan Niat dan Menguatkan Tekad

Aliran Rasa Materi #7 Semua Anak adalah Bintang
Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Semua anak adalah bintang. Allah telah menciptakan manusia dengan peran peradabannya masing-masing. Spesifik, tidak ada yang sama. Untuk mempertemukan mereka dengan peran peradabannya tersebut, dibutuhkan fasilitator yang siap membersamai proses panjang itu. Amanah besar itu ada di pundak kita, para orangtua. Berbekal kepercayaan pada Allah, kesediaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri, orangtua dapat menjelma menjadi fasilitator terbaik untuk anak-anaknya.

Seorang fasilitator bukanlah yang tahu segala rupa dan bisa menjalankan semua peran. Fasilitator akan bekerjasama dengan para ahli, bersinergi dengan para guru untuk mengasah potensi anak, menguatkan kecerdasannya hingga bertemu dengan peran peradabannya. Terkait hal tersebut, penting bagi orangtua untuk memiliki discovering ability dan child sense.

Discovering ability  merupakan kemampuan daya jelajah para orangtua dan guru selaku pendidik anak-anak untuk menemukan harta karun potensi-potensi yang ada dalam diri anak-anak. Memang tidak mudah, namun sejatinya orangtua sudah dibekali fitrah keayahbundaan oleh Allah. Maka untuk menunjang fitrah dan meningkatkan kemampuan tersebut, orangtua perlu membekali diri dengan pengetahuan, juga menyediakan waktu untuk membersamai terlebih pada masa tujuh tahun pertama anak.

Selama masa menjalani tantangan 10 hari, ummi fokuskan perhatian ummi terhadap respon yang diberikan kakak dan adik saat mempelajari sesuatu. Saat kami menjalankan sebuah family project, apakah kakak bahagia menjalankannya? Apakah adik terlihat bosan? Atau apakah mereka terlihat merindukan Abi yang sedang belaajr nun jauh disana?

Ummi juga mencoba kaitkan dengan empat ranah dalam discovering ability. Semisal saat kami membuka pojok baca di bazar murah, ummi amati respon kakak pada ranah interpersonal. Ternyata kakak berbahagia bukunya dibaca bersama oleh anak-anak yang mengunjungi stand kami. Atau saat mengikuti acara gema takbir dan sholawat, kami berdialog memasuki ranah spiritual, untuk apa bersholawat, mengapa bertakbir, dan seterusnya.

Proses belajar kami jalankan dengan bahagia, tapi ternyata ummi tak cukup waktu untuk menuliskannya dalam sebuah setoran tantangan. Hingga masa tantangan pun terlewatkan tanpa bisa ummi setorkan hasil pembelajaran kami. Ada rasa kecewa menyelimuti, namun tak lama. Tujuan utama mengikuti kelas bunda sayang adalah agar kami semakin bahagia belajar bersama. Jika memang tak semua tahapan bisa kami lalui, setidaknya tujuan utama kami tercapai. Dengan aktivitas membersamai kakak yang masih balita dan adik yang masih bayi, juga kondisi saat ini tinggal di rumah yangti yangkung dan berjauhan dengan abi, memang mungkin belum memungkinkan bagi ummi untuk menjalankan keseluruhan proses. Jika ummi paksakan, ada yang tak imbang dan berat sebelah. Hal tersebut tentu tak baik.


Maka, berdamai dengan ketidaksempurnaan. Jalankan proses yang ada dengan sebaik mungkin, hadir penuh sadar utuh. Ummi sedang menata ulang kapasitas diri. Mencoba mengejar ketertinggalan dengan mencicil tulisan yang belum disetorkan. Tak apa sudah melebihi batas waktu pengumpulan. Tekad ummi saat ini adalah menyelesaikan apa yang sudah ummi mulai, dan mengikat makna dalam setiap proses pembelajaran kami. Bismillah, 15 tulisan sedang ummi tuntaskan. Mohon doa dari pembaca J

0 comments:

Post a Comment