Friday, 15 September 2017

Rezeki itu Apa?



Menjelaskan arti rezeki pada seorang anak berusia 3 tahun adalah project ummi di tantangan hari kedua ini.

Saat kakak mendapatkan sesuatu, baik itu beli atau pemberian orang lain, maka kami menyampaikan padanya, “Itu rezeki dari Allah, untuk kakak...” yang kemudian kami lanjutkan dengan menyampaikan pencapaian konkrit yang berhasil dia lakukan, “….karena kakak bersedia menemani adik bermain saat ummi sedang menjemur pakaian” dan lainnya.

Titik tekan penyampaian kami adalah Allah Maha Pemberi Rezeki. Dia akan memberikan rezeki pada hambaNya dari arah yang tidak disangka-sangka. Allah sangat cinta pada hambaNya, maka kita cinta ngga sama Allah? Kalau cinta, kita wujudkan dengan taat pada perintahNya dan tidak melanggar laranganNya.

Apapun yang diberikan oleh orang lain, atau oleh kami, kami sampaikan padanya bahwa itu adalah rezeki dari Allah, melalui ummi, abi, yangti, yangkung, om, bapak pemilik toko dan seterusnya. Allah yang menggerakkan hati orang-orang tersebut untuk memberikan sesuatu tersebut pada kakak. Allah Maha Baik ya kak?

Beberapa waktu yang lalu, saat ummi berkomunikasi dengan abi dan menceritakan perkembangan kakak dan adik termasuk mendapati kakak tidur dengan menggenggam tangan adik, abi menyampaikan bahwa rezeki besar yang Allah titipkan saat ini ke abi dan ummi adalah mereka, anak-anak yang sholeh dan sholihah. Bentuk syukur kami adalah dengan mendidik mereka sesuai kehendak PenciptaNya.

Ummi pun berdialog tentang ini dengan kakak. Tentang rezeki adalah titipan Allah, tentang pengingat abi pada ummi bahwa anak-anak yang sholih sholihah adalah rezeki besar untuk kami. Kakak tersenyum. Melukiskan perasaan senang sekaligus rindu dengan abi. Ah, iya, berjauhan dengan abi untuk sementara waktu juga merupakan rezeki yang Allah gariskan pada kami saat ini. Melalui rezeki kondisi ini, kami berupaya berkomunikasi dengan lebih produktif. Sinyal internet yang tak selalu bagus membawa kami untuk mencari alternatif untuk melepas rindu. Abi dan kakak berkirim voice notes via WhatsApp dan Telegram.

Nak, tugas kita tak cukup hanya menerima rezeki, tapi bagaimana agar rezeki tersebut menggiring kita untuk semakin dekat dan taat padaNya, sebagai bentuk syukur kita atas rezeki titipanNya.





0 comments:

Post a Comment