Saturday, 16 September 2017

Rezeki Berwujud Harta



Di hari ini ummi dan kakak belajar mengenai rezeki yang berwujud harta. Harta tak melulu soal uang. Barang yang kita manfaatkan, kita kenakan dan kita miliki pun adalah harta. Yang kelak tak luput dari pertanggungjawaban kita pada Allah.

Hari itu ummi dan kakak mensortir pakaian adik. Pakaian bayi baru lahir, sarung tangan dan kaki, popok, kain lebar untuk bedong sudah tak digunakan adik di usianya kini. Kami menyimpannya dalam satu kardus dan melabelinya untuk memudahkan pencarian. Kakak bernostalgia dengan pakaian-pakaiannya. Dia menemukan sebuah sepatu kecil, kesayangannya dulu. Kakak ambil dan kakak pakai, tiba-tiba dia berucap, “Ummi…sepatunya masih cukup sama kakak. Kakak pakai ya mi.”

Nak, ummi paham kakak mengucapkannya dengan menahan sakit. Karena sepatu itu memang sudah kekecilan di kaki kakak. Jika pun kaki kakak masih masuk ke sepatu tersebut, tentu ada bagian kaki yang tertekan dan dipaksa bertahan. Tapi karena cinta dan berat berpisah, kakak bertahan.


Bagi ummi, ini adalah AHA moment untuk menjelaskan mengenai harta. Suatu barang yang sudah tidak bisa kita kenakan, bisa jadi saatnya beralih kepemilikan. Dengan melihat orang lain memakainya dengan gembira, bukankah ada rasa senang yang muncul dari hati? Barang yang sudah jarang kita manfaatkan dalam keseharian, saat berpindah ke tangan orang lain ternyata menjadi sangat berharga. Bukankah artinya kebermanfaatannya semakin meluas?

0 comments:

Post a Comment