Wednesday, 26 July 2017

Matematika di Taman Bermain



Siang tadi kakak ikut ummi menjemput om di sekolah. Kebetulan sekolahnya bersebelahan dengan Taman Kanak-Kanak. Sembari menunggu om, kami ingin mengunjungi TK dan bermain disana. Ummi pun menemui ustadzah dan meminta izin, alhamdulillah diperbolehkan.  Ummi memasang alarm lima menit di HPnya dan kami siap bermain.

Mainan pertama yang kakak coba adalah perosotan. Dari permainan ini kami belajar garis. Tangga naiknya jika dihubungkan dari bawah ke atas membentuk garis miring, mengurangi kelelahan saat kita menaikinya. Garis lengkung kita temui di perosotannya, tempat kita berseluncur dari atas ke bawah. Bentuknya yang landai, mengurangi kecepatan luncur kita sehingga bisa sampai ke bawah dengan aman. Di bawah perosotan juga ada bak pasir berbentuk segi empat sebagai tempat mendarat kaki kita.

Setelah itu kakak mencoba permainan tangga titian berbentuk setengah lingkaran. Permainan ini menguji keberanian dan keseimbangan anak. Kakak mencoba dengan hati-hati. Saat hampir di tengah, akan sampai di titian yang paling tinggi, kakak ingin kembali ke awal. Tapi setelah ummi yakinkan kalau dia bisa sampai di titian akhir, dia bersedia melanjutkan. Kemudian ada anak-anak lain yang datang. Jadilah kakak justru ingin menjajal kembali.

Disitu kami juga menemui ayunan. Apa yang bisa membuat ayunan bergerak? Tak lain karena adanya ulir yang berbentuk lingkaran, yang mana lingkaran tidak memiliki sisi dan sudut. Ada satu bagian yang lebih besar dan satu bagian lebih kecil. Keduanya disatukan dan berpadu. Bayangkan jika ulirnya berbentuk segi empat, apa bisa bergerak?

Matematika logis ternyata menyenangkan. Bisa dipelajari dengan bermain.


0 comments:

Post a Comment