Skip to main content

Sesi Penampilan Anak, Ruang untuk Mengasah Keberanian dan Kepercayaan Diri




Hari ini kami menghadiri pertemuan rutin keluarga besar. Acara berlangsung sebagaimana pada umumnya, ada halal bihalal dan saling sapa. Anak-anak terlihat ceria membersamai orangtua, bercanda dengan sanak kerabat maupun berkejaran dengan saudara sepantaran.

Pembawa acara berbicara menggunakan mikrofon, supaya suara pembicara terdengar jelas oleh setiap peserta tanpa harus mengeluarkan suara yang memekik. Sampai pada giliran abiya bicara, abi teringat pada kakak yang menyukai sesi tampil. Maka abi tawarkan pada kakak, "Apa kakak mau tampil?" Kakak enggan menjawab, hanya melengos saja.

Acara berlanjut dengan agenda berikutnya, dan kakak masih malu-malu. Belajar dari pengalaman sebelumnya yang ummi alami, meski kakak menolak untuk tampil, ummi masih menanyakan kesediaannya, sekali lagi.

Ummi : Kak, kakak mau tampil ngga?
Kakak : Ngga mi.
Ummi : Beneran lo ya, kakak ngga tampil ya...
Kakak : Emm... mau mi. Kakak mau tampil, tapi sama abi ummi ya.
Ummi : Okeee....

Maka, kakak pun tampil ke depan, mengajak peserta anak-anak yang hadir, untuk turut serta bernyanyi bersama.

Pelajaran bagi ummi dan abi hari ini, dalam setiap forum yang kami ikuti, perlu ada sesi dimana anak-anak dapat turut andil di dalamnya. Dan kami upayakan untuk dapat memfasilitasinya.

Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan