Skip to main content

Tokoh Buku Bacaan yang Serupa


Hari ini kakak memilih dibacakan buku “MasyaAllah, Ciptaan Allah yang Kecil tapi Ajaib”
Buku ini berisi tentang makhluk hidup kecil ciptaan Allah yang membawa manfaat sangat besar. Buku ini dilengkapi dengan ilustrasi di setiap halaman, dengan tokohnya adalah seorang anak laki-laki berambut keriting. Buku ini baru kami beli menjelang ramadhan. Sengaja disiapkan sebagai amunisi belajar selama bulan ramadhan. Dan, baru hari ini dibuka segelnya dan kami baca. Setelah membaca beberapa halaman, kakak menyeletuk, “Ummi, masnya ini koq kayak yang di buku ya, buku apa ya?”. Ummi pun bingung, lupa buku mana dan tokoh siapa yang dimaksud. “Yang itu loh mi, yang pangeran. Pangeran Karim mi…”

Owalah…ternyata kakak mengingat dan membandingkan, ada kemiripan tokoh di buku yang sedang dibaca, dengan buku yang sudah kakak miliki. Setelah mica pikir-pikir, iya ya, memang benar, serupa. Sama-sama anak kecil berambut keriting. Goresan karikaturnya pun ada kemiripan.
Jadilah kami mencari buku yang kakak maksud, dan membandingkan keduanya.

Apa yang ummi pelajari hari ini?

Ada banyak hal yang mampu anak serap dari proses membaca buku. Bisa dari alur ceritanya, pesan moralnya, bahkan menajamkan ingatan dengan merekam gambar ilustrasi buku tersebut. Maka mica, janganlah pernah bosan untuk menemani anak-anak membaca. Jadilah teman membaca yang asyik untuk anak, karena melalui engkaulah, mereka menyerap berbagai ilmu dan nilai dari sebuah benda mati bernama buku.

Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Materi 1 Program Matrikulasi Ibu Profesional : Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Tahapan Belajar di Institut Ibu Profesional Setelah hampir tiga tahun belajar di Institut Ibu Profesional dan belum saja lulus. alhamdulillah Allah beri kesempatan untuk semakin memperdalam ilmu untuk menjadi seorang ibu profesional dengan mengikuti program matrikulasi. Program matrikulasi Ibu Profesional batch #1 ini masih khusus diperuntukkan bagi para koordinator, fasilitator dan pengurus rumah belajar yang tersebar di setiap wilayah. Jika batch #1 selesai dijalankan, akan diadakan batch-batch selanjutnya untuk para member Institut Ibu Profesional. Tujuan diadakan program matrikulasi Ibu Profesional adalah agar setiap member memiliki kompetensi ilmu-ilmu dasar menjadi seorang "Ibu Profesional" yang menjadi kebanggan keluarga dan komunitas.  Program matrikulasi ini mulai berlangsung tadi malam, 9 Mei 2016 pukul 20.00-21.00 via WhatsApp dengan materi pembuka [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Sebelum materi disampaikan, bu Septi

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan