Thursday, 15 June 2017

Belajar tentang MPASI


Siang tadi, usai menemani om ke calon sekolah lanjutannya, kakak meminta untuk dibelikan jus buah. Padahal kesepakatan kami selama ramadhan adalah, kakak tidak makan dan minum di tempat umum. Maka mica tidak bisa mengabulkannya. Kakak sempat protes dan tetap meminta jus buah. Mica mencoba negosiasi dengan menawarkan membeli pepaya untuk di rumah. Kakak masih menolak. Kami pun mendekati gerobak penjualnya dan melihat ternyata gerobaknya masih tutup. Kakak menerima tawaran mica, membeli pepaya saja. Perjalanan pulang berlanjut dengan lancar.

Karena baru saja membeli pepaya, maka siang tadi menu makan adik adalah puree pepaya. Mica mengupas dan memotong bersama kakak, kakak membantu membuang bijinya. Saat menghaluskan pepaya  kami berdialog,

Kakak : Mi, pepayanya mau diapain?
Mica : Dihaluskan, mau buat makan adik
Kakak : Lho, pepaya kan manis mi. Adik belum boleh makan manis kan?
Mica : Ah iya…benar. Adik memang belum boleh makan manis. Tapi rasa manis yang berasal dari gula pasir itu kak. Kalau rasa manis yang ada di buah, boleh dimakan adik kak…
Kakak : Ooh..jadi pepaya manis boleh ya mi dimakan adik? Kakak yang nyuapin adik ya mi?
Mica : Iya, betul. Boleh dong, nyuapinnya gantian ya sama ummi. Adik kayaknya udah laper tuh. Pengen cepet-cepet maem.


Sesi obrolan tentang gula dalam MPASI ini pun berlanjut saat momen membaca bersama di malam hari, usia sholat tarawih.Mica membacakan isi buku MPASI, terutama bagian larangan penambahan gula untuk MPASI di usia bawah 1 tahun. Buku tentang MPASI memang sedang mica agendakan untuk dibaca dalam game level #5 ini. Terimakasih kakak, sudah mendorong mica membaca lebih banyak dan lebih cepat.

0 comments:

Post a Comment