Skip to main content

Surat Sederhana untuk Putri Kecilku

Hai putri kecil, mengapa kau sudah begitu besar?
Baru kemarin ummi beritahu engkau untuk tak membawa makanan ke kamar.
Hari ini, dengan nyanyianmu, kau ingatkan ummi yang sedang memegang kerupuk sembari mengetik di dalam kamar.
Adindaku, terimakasih telah mengingatkan ummi. Tentang banyak hal yang ummi sampaikan padamu, tapi raga ini kerap kali lalai dan justru melanggarnya. Darimu, ummi belajar menjaga komitmen dan konsistensi

Hai putri kecil, mengapa kau tumbuh dengan cepat?
Baru kemarin ummi memakaikan baju untukmu, menyisir rambutmu dan memilihkan jilbab untuk menutup auratmu.
Hari ini, kau menolak bantuan ummi, memenuhi kebutuhanmu sendiri seraya berkata, kakak anak mandiri ya Mi?
Ah nak, tak sanggup ummi menjawab dengan kata. Hanya anggukan dan dekapan bangga yang ummi persembahkan padamu.

Hai putri kecil, kau baru saja menunjukkan keberanian dan adab yang baik
Saat sepulang tarawih tadi, kau berlari menghampiri ummi sembari melapor, “Ummi, kakak pulang dari masjid sendirian… Kakak berani Ummi, ngga ada motor, ngga ada orang, padahal gelap loh…Yangti masih jalan disana, di belakang kakak.”
Ummi tersenyum mengapresiasi dan melihat rona sumringah di wajahmu. Setibanya yangti di rumah, tiba-tiba kau berkata, “Yangti, maaf ya, kakak tadi jalan duluan…”
Sepenuh harap, ummi ingin menjadi teman bermainmu. Yang pertama dan utama. Hingga laku ini kau tiru, hingga ucap ini kau gugu.
Terus bertumbuhlah, menjadi muslimah tangguh nan lemah lembut. Yang antara tutur dan laku berjalan beriringan, seiya sekata





Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan