Skip to main content

Hati yang Tertaut dengan Masjid

Hati yang Tertaut dengan Masjid
Hari ini, hati saya tergelitik untuk menuliskan tentang ini setelah beberapa pertanyaan yang serupa menghampiri.
“Mba, Raysa koq bisa anteng ya di masjid? Mengikuti gerakan sholat. Ngga bikin gaduh. Gimana cara melatihnya?”
Laa haula walaa quwwata illa billah…
Sesungguhnya, untuk menjawab saja saya tak sanggup. Karena tidak ada lain ini adalah bentuk karuniaNya semata. Nikmat Allah begitu dekat dan nyata.
“Sebelum mengajak anak ke masjid, pahamkan mereka dulu dengan adab berada di masjid.” Begitu pesan seorang ahli parenting saat saya mengikuti kelas beliau.
Apa saja adab di dalam masjid?
Dalam buku prophetic parenting, dijabarkan adab-adab di dalam masjid yang antara lain adalah masuk masjid dengan tenang, meletakkan alas kaki pada tempatnya, permisi pada orang yang dilewatinya, tidak berlari-larian di dalam masjid, tidak mengganggu orang-orang dewasa, mendengarkan dan menyimak khutbah, belajar, sholat, tidak main-main dan sebagainya.
Imam Malik rahimahullah ditanya tentang seseorang yang datang ke masjid dengan membawa anak, apakah dianjurkan?Beliau menjawab, “Apabila (anak) sudah mengerti dan mengetahui tentang adab serta tidak main-main, maka saya rasa tidak apa-apa. Apabila masih terlalu kecil dan tidak dapat tenang serta masih suka bermain-main, maka aku tidak menganjurkannya.”




Terkait dengan mendekatkan hati anak dengan masjid, saya teringat cuplikan isi buku Prophetic Parenting. Saya kutipkan sedikit disini. Karena ini menjadi landasan saya dalam hal ini.


Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan