Saturday, 17 June 2017

Hati yang Tertaut dengan Masjid

Hati yang Tertaut dengan Masjid
Hari ini, hati saya tergelitik untuk menuliskan tentang ini setelah beberapa pertanyaan yang serupa menghampiri.
“Mba, Raysa koq bisa anteng ya di masjid? Mengikuti gerakan sholat. Ngga bikin gaduh. Gimana cara melatihnya?”
Laa haula walaa quwwata illa billah…
Sesungguhnya, untuk menjawab saja saya tak sanggup. Karena tidak ada lain ini adalah bentuk karuniaNya semata. Nikmat Allah begitu dekat dan nyata.
“Sebelum mengajak anak ke masjid, pahamkan mereka dulu dengan adab berada di masjid.” Begitu pesan seorang ahli parenting saat saya mengikuti kelas beliau.
Apa saja adab di dalam masjid?
Dalam buku prophetic parenting, dijabarkan adab-adab di dalam masjid yang antara lain adalah masuk masjid dengan tenang, meletakkan alas kaki pada tempatnya, permisi pada orang yang dilewatinya, tidak berlari-larian di dalam masjid, tidak mengganggu orang-orang dewasa, mendengarkan dan menyimak khutbah, belajar, sholat, tidak main-main dan sebagainya.
Imam Malik rahimahullah ditanya tentang seseorang yang datang ke masjid dengan membawa anak, apakah dianjurkan?Beliau menjawab, “Apabila (anak) sudah mengerti dan mengetahui tentang adab serta tidak main-main, maka saya rasa tidak apa-apa. Apabila masih terlalu kecil dan tidak dapat tenang serta masih suka bermain-main, maka aku tidak menganjurkannya.”




Terkait dengan mendekatkan hati anak dengan masjid, saya teringat cuplikan isi buku Prophetic Parenting. Saya kutipkan sedikit disini. Karena ini menjadi landasan saya dalam hal ini.


0 comments:

Post a Comment