Monday, 21 August 2017

Kami dan Para Calon Jamaah Haji


لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu)."
Sejatinya, belajar adalah sebuah hal yang menyenangkan. Melakukan pengamatan, terjadi serangkaian proses berpikir, memantik keingintahuan mendalam dan membuat pemahaman semakin menguat. Maka, menciptakan suasana yang menyenangkan dalam pembelajaran adalah hal mendasar yang perlu diprioritaskan.
Tema belajar bulan ini adalah ibadah haji.  Mengingat saat ramadhan lalu kakak membeli buku busa berisi penjelasan rangkaian ibadah haji. Buku ini kami baca sembari bersenandung bersama sebuah lagu anak-anak yang cukup populer tentang ibadah haji. Ummi kurang paham persis judulnya apa dan pengarangnya siapa. Tapi lagu ini sangat membantu dalam pembelajaran, terutama untuk anak-anak yang cenderung audio.
Saya pergi ke Mekkah, berkeliling-keliling Ka’bah  
Sambil baca talbiyah dan wukuf di Arafah
Lalu melempar jumrah, ula wusta aqobah
Sa’i, sa’i dari Shofa ke Marwah
Allah Maha Penyayang
Sayangnya tak terbilang
Allah Maha Pengasih
Tak pernah pilih kasih
Allah yang Maha Tahu tanpa diberitahu
Allah, Allah, Laa ilaha ilallah

Saat belajar tema ini, kami juga sembari mencoba memakaikan baju ihram laki-laki dan berlari-lari kecil dari ujung ke ujung, simulasi bukit Shofa dan Marwa. Foto-foto umroh keluarga pun diperlihatkan ke kakak.

Kami juga sempat menghadiri undangan pengajian tetangga yang akan berangkat haji. Alhamdulillah ummi, kakak dan adik mendapat tempat lesehan di dalam rumah, sehingga lebih kondusif dan membuat anak-anak lebih leluasa bergerak. Saat bersholawat bersama, kakak mendendangkan dengan lantang. Menyemai fitrah keimanan, menumbuhkan kecintaan pada Rasulullah. Ceramahpun kami dengarkan bersama hingga tanpa terasa dua jam terlewati dengan menyenangkan.

Banyak tetangga dekat yang akan berangkat haji, beberapa diantaranya adalah teman baik ibu. Mengharap berkah dan doa dari calon tamu Allah, kami bertandang bersama yangti. Kakak dan adik belajar adab bertamu, meminta izin saat akan mengambil sesuatu dan tidak mengambil jamuan sebelum dipersilahkan. Kakak juga sempat kebelet pipis, kami pun meminta izin ke kamar mandi. Kakak dan ummi praktik kembali mengenai thaharah (bersuci) dan menutup aurat.

Kemarin malam, calon jamaah haji dilepas oleh warga perumahan yang dikoordinasi oleh takmir masjid. Acara berlangsung ba’da Maghrib. Usai jamaah Maghrib, kakak bersiap ganti baju putih dan berangkat kembali ke masjid bersama yangti. Ummi dan adik masih sholat Maghrib dan bersiap diri, menyusul berangkat. Ummi tiba saat acara inti akan berlangsung. Adik yang berada dalam gendongan, berbinar melihat kilau cahaya lampu dan suara kalimat talbiyah.







0 comments:

Post a Comment