Friday, 25 August 2017

Belajar Bersama Saat Rapat Ulul Azmi

Bukan sekali ini mereka mengikuti forum orang dewasa. Bukan sekali ini mereka dilibatkan dalam forum belajar ummi. Dan dari aktivitas berulang itu, selalu saja ada temuan baru dan menarik yang ummi catat, tentang mereka.

Hari ini kakak dan adik mengikuti rapat persiapan acara Gema Takbir dan Sholawat Bersama se-Kabupaten Jombang yang diadakan majlis ta’lim Ulul Azmi. Sebelum berangkat, kami menyiapkan amunisi supaya mereka tetap bisa membersamai ummi dengan nyaman dan tetap dapat bermain seperti biasanya. Harapan ummi, meski mereka membersamai ummi di forum rapat yang notabene formal dan mayoritas terdiri dari orang dewasa, mereka tak kehilangan kenyamanan belajar.

Kebetulan mereka baru saja selesai makan siang sehingga mereka berangkat dalam keadaan kenyang. Maka amunisi yang kami siapkan adalah minuman, buku, puzzle, boneka dan mainan. Semua amunisi tersebut ummi masukkan ke dalam tas ransel kakak dan kakak yang bertanggungjawab terhadap isinya, ummi hanya membawakan dari rumah ke sekretariat lokasi rapat. Disana kakak bertemu dengan mba Nafla, teman di masjid sekaligus di TPQ. Waaaah….wajah sumringah kakak langsung terlihat J

Kakak ceria, ummi bahagia. Bersama mba Nafla, kakak menjadi pembelajar mandiri. Mereka bermain pretend play sebagai ibu-ibu yang menggendong anaknya. Sempat terdengar aba-aba dari kakak saat pembagian peran. Kakak meminta mba Nafla berperan sebagai ibu A, kakak berperan sebagai ibu B dan mereka berjalan bersama-sama. Potensi bakat arranger dan command kakak terlihat di proses ini. Bagaimana kakak membagi peran dan memberikan instruksi supaya teman bermainnya bergerak sesuai arahannya.

Tak lama, mba Nafla memakan sebuah permen dan kakak mendapat bagian. Kakak mendekat ke ummi dan meminta izin, sekaligus review, sehari makan berapa permen ya? Hehe. Kali ini, kakak yang egosentrisnya masih dominan mendapat role model untuk suka berbagi dan menikmati rezeki bersama dengan teman-teman. Mb Nafla cenderung diam, tak banyak berbicara dan suka berbagi. Kakak senang bermain dengan mba Nafla.

Setelah itu, aktivitas belajar mereka beranjak ke membaca buku. Perlahan ummi dengarkan pembicaraan mereka. Ternyata kakak becerita mengenai dirinya, juga tentang isi buku yang sedang mereka pegang. Kakak bercerita, mba Nafla mendengar. Artikulasi dan penyampaian kalimat sudah lugas dan jelas, potensi bakat communicationnya terlihat.. Kosakata kakak cukup banyak dan dia dapat menceritakan ulang poin-poin penting di alur cerita tersebut. Melatih kecerdasan linguistiknya supaya terasah dengan baik. Kakakpun perlu belajar menjadi pendengar yang baik, karena mendengar dan didengar adalah kompetensi yang penting dimiliki oleh semua orang.

Pretend play berikutnya, mereka berpura-pura menjadi penumpang kereta. Kakak rupanya rindu berkereta. Mereka praktik dari ambil tiket, cek isi tas dan bagasi, hingga suara pemberitahuan di stasiun kereta api. Dari kegiatan ini, ummi ingin mengetahui, seberapa hafalnya kakak dengan orang-orang yang kakak jumpai, terlihat bakat context kakak.

Bagaimana dengan adik?

Dia, seorang yang menentramkan hati. Yang mencoba memberikan solusi kala tantangan melanda cukup dengan senyumannya. Di acara tadi, dia merangkak kesana-kemari mengikuti sang kakak. Motorik kasar dan motorik halusnya bisa tumbuh dengan signifikan.

#motorikkasar
#motorikhalus
#context
#communication
#linguistik
#command

#arranger

0 comments:

Post a Comment