Sunday, 13 August 2017

Mini Lomba Agustusan


Pagi tadi, kakak mengikuti lomba tujuhbelasan yang diadakan tetangga depan rumah. Kakak berangkat terlebih dahulu, bermain-main, baru kemudian ummi dan adik datang menyusul. Lomba pertama yang diikuti kakak adalah lomba makan kerupuk. Kerupuk diikat menyesuaikan tinggi badan peserta. Peserta lainnya berusia 4 tahun dan 9 tahun, sehingga dalam sekejap kerupuk yang diikat dapat terlahap. Bagaimana dengan kakak? Kerupuk yang tersisa masih banyak, tapi kakak tetap bersikap tenang dan menikmati prosesnya. Tak ada tanda-tanda kakak mengeluh lelah dan meminta menyerah, atau berupaya memegang kerupuk yang diikat tersebut supaya tidak bergerak kesana kemari mengikuti arah angin. Kakak tidak terpengaruh dengan kondisi sekitar, fokus menyelesaikan tantangan yang sedang dihadapinya. Dari proses ini ummi mencatat adanya potensi bakat focus dan responsibility dalam diri kakak.

Acara berlanjut ke lomba menaruh bendera ke botol. Pesertanya hanya dua orang. Di lomba ini, kakak berhasil menuntaskan dengan baik. Menyimak dan mengerjakan instruksi dari awal hingga akhir dan mengkoordinasikannya hingga dapat berjalan runtut. Potensi bakat discipline nampak pada dirinya. Lomba berikutnya adalah membawa kelereng. Kakak menggigit dengan cukup kuat. Sempat beberapa kali kelereng yang dibawanya jatuh, tak membuatnya menyerah dan tak melanjutkan perlombaan. Di lomba ini, kakak tertinggal jauh di belakang teman-temannya. Namun kakak berhasil menyelesaikannya hingga akhir dengan penuh semangat.

Lomba selanjutnya adalah memasukkan paku ke dalam botol. Kali ini paku tidak dililit ke badan dan dimasukkan dengan cara jongkok. Paku ditali dan dililit mengelilingi kepala sehingga peserta memasukkan pakunya dengan cara merunduk. Kakak melatih konsentrasi, kesabaran dan daya tahan dalam permainan ini. Setiap permainan yang kakak jalankan, ummi juga melakukannya. Sehingga ummi dapat merasakan tantangan yang serupa dengan apa yang kakak alami.

Sore tadi, kami juga melihat lomba tujuhbelasan yang diadakan oleh karang taruna. Awalnya kakak ingin berartisipasi dengan menjadi peserta lomba, tapi ternyata peserta lomba relatif bukan anak usia dini, dan perlombaannyapun untuk anak usia sekolah. Sehingga kakak pun cukup menjadi penonton sembari bermain bersama teman-temannya. Awalnya kakak hanya bermain dengan mas Fahri. Mereka menemukan putri malu juga berkejaran kesana kemari. Sesekali memanggil ummi untuk menanyakan hal-hal menarik yang mereka temui. Beberapa saat kemudian, ada beberapa anak yang datang mendekati kakak. Ajak-anak tersebut teman main kakak yang biasa bertemu di masjid. Kakak, ummi terkaget-kaget saat tiba-tiba anak-anak kecil bergantian mendekat dan menghampiri kakak. Mungkin ada potensi bakat includer dan emphaty dalam diri kakak, yang membuat teman-temannya nyaman berada di dekatnya dan mencari keberadaannya.

Adikpun turut merasakan keasyikan mengikuti perlombaan dari dalam gendongan ummi. Saat ummi lomba makan kerupuk, ummi juga sembari menggendong adik. Warna-warni yang kontras, riuh rendah suara kegembiraan turut dirasakan oleh adik. Berulang kali dia tertawa dan menghentakkan kaki menunjukkan ekspresi gembira.

#focus
#discipline
#emphaty
#includer
#responsibility


0 comments:

Post a Comment