Tuesday, 24 March 2020

Tantangan 30 Hari Day 1 : Membacakan Buku Anak berjudul Beim Kinderarzt

Hari ini perdana tantangan 30 hari menuju cekatan di tahap kepompong kelas Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional dimulai. Peserta ditantang untuk melakukan satu kegiatan berulang yang membantunya untuk cekatan dalam satu topik spesifik dengan peta belajar yang telah dibuat sebelumnya di tahap telur. Sesuai dengan peta belajar, tentu saya ingin cekatan belajar berbahasa Jerman. Kemudian saya melihat kondisi saat ini. Ada kearifan lokal apa yang bisa dikaitkan dengan tujuan belajar tersebut. Ada anak-anak yang selalu butuh dibersamai juga ada banyak buku perpustakaan yang sempat dipinjam sebelum perpustakaan ditutup. Hal ini juga berkaitan dengan dunia yang saya sukai dan sedang tekuni : literasi dan pendidikan keluarga.
Maka, kegiatan yang akan saya lakukan selama 30 hari berturut-turut ke depan adalah : membacakan satu buku anak berbahasa Jerman setiap hari. 
Dengan klasifikasi :
Need improvement : Jika saya tak sempat membacakan buku atau tak sampai tuntas satu buku.
Satisfactory : Jika saya membacakan buku sampai tuntas namun sembari mengerjakan hal lain.
Very Good : Jika saya membacakan buku sampai tuntas tanpa disambi mengerjakan hal lain.
Excellent : Jika saya membacakan buku sampai tuntas tanpa disambi mengerjakan hal lain dan memfasilitasi rasa penasaran anak dengan sabar.
Saya membacakan buku pilihan Raysa. Sebuah buku anak berjudul Beim Kinderarzt. Buku ini bercerita seputar profesi dokter anak. Diawali dengan jenis-jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter anak pada anak-anak, seperti melakukan pemeriksaan dengan otoskop, stetoskop dan ultrasonografi, atau mengambil sampel darah maupun pengecekan kondisi kesehatan anak. Diceritakan juga mengenai pemeriksaan mata dan gigi juga penyebaran bakteri dan virus. Di akhir, ada tutorial pembuatan DIY Stetoskop sederhana. Alhamdulillah hari ini sesi membacakan buku tersebut berjalan sekitar 30 menit.

Sesi ini menjadi ajang melatih diri membaca teks berbahasa Jerman secara kontinyu. Bahasa pengantar untuk buku anak pun cukup sederhana, sehingga menjadi awalan yang membuat saya bahagia menjalaninya. Pun dengan kondisi karantina saat ini dimana aktivitas sekeluarga sepenuhnya di rumah, perlu strategi menjaga keseimbangan dalam menjalankan beragam peran agar tidak terjadi ketimpangan yang berujung protes para customer utama. Bismillah, semoga Allah tuntun senantiasa.







0 comments:

Post a comment