Skip to main content

Tantangan 30 Hari Day 4 : Membacakan Buku Anak berjudul "Unterwegs mit der Eisenbahn"

Hari ini sebenarnya sesi membacakan buku saya jadwalkan jelang tengah hari, setelah berbelanja. Tapi ternyata ada serondolan aktivitas yang saya utamakan. Apakah itu? Onlinedeutschkurs dadakan! Huehehe.
Jadi ceritanya tadi pagi saya mengerjakan PR kursus bahasa Jerman yang guru berikan beberapa hari lalu. Setelah usai, tugas tersebut PR saya kirimkan melalui e-mail sekaligus menanyakan beberapa hal yang masih beum saya pahami. Saat saya bersiap berbelanja, beliau menyapa di grup dan mengajak berdiskusi seputar tema yang menjadi PR. Dan saya pun memilih untuk mengikuti diskusi tersebut karena menarik dan saya butuh paham materi tersebut. Ditambah dengan gaya belajar saya yang akan lebih optimal memahami materi jika hadir langsung saat guru menjelaskan.
OK, aktivitas mendesak ini menggeser waktu belanja dan membacakan buku. Saya baru belanja di siang hari dan membacakan buku di sore hari usai bergerak bersama anak-anak. Kali ini saya membacakan buku pilihan Ahsan yang berjudul „ Unterwegs mit der Eisenbahn“. Buku ini menceritakan seputar kereta. Cerita dimulai dengan memaparkan apa saja yang terdapat di stasiun. Berlanjut dengan ruang pengawasan kereta dan arti simbol-simbol yang tertera di stasiun. Dilanjutkan dengan jenis-jenis kereta di dunia, jenis-jenis profesi yang berkaitan dengan kereta hingga perawatan kereta.


Bagi seorang anak laki-laki, buku ini sangat seru ya. Jadi ingat masa kecil adik bungsu yang sangat antusias mengamati setiap kereta di stasiun Jombang. Dan ternyata menular pada keponakannya kini. Sesi membacakan buku ini berlangsung sekitar 40 menit. Saya beri badge satisfactory karena saya sempat mengecek jam di HP dan tanpa sadar berlanjut mengecek chat WhatsApp. Padahal target saya selama menjalankan aktivitas ini tidak disambi aktivitas lain.
Di sisi lain, ada bonus aktivitas yang kami lakukan. Yaitu selain memfasilitasi rasa ingin tahu anak-anak juga kami melanjutkan dengan melafalkan doa naik kendaraan bersama-sama. Saya tuliskan doa tersebut di kartu sebagai bahan bacaan dari isi buku tersebut. Ya, di sini mencari buku anak yang islami memang sulit. Namun ada banyak cara lain yang bisa ditempuh sebagai alternatif solusi.



Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan