Monday, 27 February 2017

Ada Banyak Orang yang Bisa Menyuapiku, Mi


Hari kedua ini Mica coba awali dengan sounding saat dia jelang bangun tidur pagi. Mica sampaikan padanya kalau kakak bisa makan sendiri, menyiapkan piringnya sendiri dan menghabiskan makanannya tanpa sisa. Bismillah…semoga hari ini dimudahkan. Saat sarapan, agak kaget juga saat tadi akan makan tiba-tiba kakak sampaikan kalau kakak mau mengambil nasi sendiri dari magic com. Kebiasaan yang akhir-akhir ini menghilang  karena adanya pelayanan.

Karena permintaan kakak, maka Mica turunkan magic comnya ke lantai. Kakak ambil piring di rak piring kakak, kemudian mengambil beberapa centong nasi ke piringnya. Kami pun duduk bersila di hadapan meja makan, siap untuk makan bersama

Mica : Kakak, anak yang shalihah dan mandiri, Ummi yakin kakak bisa makan sendiri. Kita sekarang makan bareng-bareng yuk…
Kakak : Tapi kakak maunya disuapi…
Mica : Kenapa? Ini lihat, ummi makan, kakak juga makan. Sama-sama menyuapkan nasi ke mulut. Yuuuuuk…
Kakak : Ngga mau, kakak maunya disuapi
Mica : Kakak, kalau kakak terbiasa disuapi terus, kalau ummi sakit, kakak ngga bisa makan dong?
Kakak : Kalau ummi sakit, kakak disuapi yangti aja…
Mica : Lhooo….kalau yangti lagi pergi jenguk mbah uyut, gimana? Kan jauh dan lama kak?
Kakak : Ya udah, kakak disuapi yangkung aja
Mica : Yangkung kan kerjanya bukan di rumah. Berangkat pagi pulangnya sore
Kakak : Ngga apa-apa, kakak makannya nunggu yangkung pulang aja. Sama om Wildan kan juga bisa.
Mica : ……………………………………………..(terdiam sejenak)

Ya, dia tidak merasa khawatir, karena ada banyak orang yang siap menyiapinya. Satu tidak bisa, masih ada beberapa orang yang lain. Maka, ini pertanda Mica perlu cari strategi lain.

Mica : Iya sih kak, selalu ada yang bisa menyuapi kakak di rumah Yangti ini karena orangnya banyak. Tapi lebih enak kan kak kalau makan bersama. Semuanya makan di meja makan ini… Seru kak. Nanti bisa dilihat, siapa yang duluan menghabiskan makanannya.

Lalu Mica ambil lauk dan sayur lalu menawarkan hal yang sama ke kakak. Mengajak kakak untuk memilih mana yang disukai. Kemudian meminta kakak melafalkan doa sebelum makan. Daaaan, mulailah Mica makan. Perlahan, kakak mulai menyentuh piring nasinya. Sembari berceloteh kecil, “Ini apa, Mi? Koq tahunya pedas ya Mi?Tapi Ummi ngga kepedesan?Kakak juga mau Mi, kalau kepedesan kakak minum ya.”

Geli melihatnya makan. Tahu terus saja digigitnya dengan mimik menahan pedas. Setelah beberapa suap, kakak bilang kakak kenyang. Nasi masih belum habis, lauk juga masih ada, tapi kakak bilang sudah kenyang. Mica menahan diri untuk melajutkan proses makan kakak dengan menyuapinya. Meski seandainya Mica menyuapi, kemungkinan besar kakak masih mau makan kembali. Tapi Mica berusaha konsisten memandu kemandirian makan kakak. Di awal Mica sampaikan tidak akan menyuapinya, maka Mica bulatkan tekad untuk tidak melakukannya selama proses. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan ini.

#griyariset
#hari2
#tantangan10hari
#kemandiriananak
#bundasayang
#institutibuprofesional


0 comments:

Post a Comment