Thursday, 9 February 2017

Ummi, Turunkan Egomu

Suatu tantangan tersendiri bagi Mica, kala pekerjaan domestik sedang menumpuk, dan kakak meminta perhatian khusus. Seperti siang ini, saat Mica sedang mencuci perkakas dapur usai memasak, kakak yang sedang ada di meja makan, meminta untuk diambilkan piring. Sebenarnya kakak bisa dan biasa mengambilnya sendiri, tapi kali ini memilih untuk diambilkan.

Kakak : Ummi, mau kedelai edamame (sudah ada di atas meja)
Mica :  Boleh, kakak ambil piring untuk tempat kulitnya ya
Kakak : Ngga mau, ummi aja yang mengambil
Mica : Kakak, kakak bisa. Ayo, ambil sendiri
Kakak : Ngga, ummi ajaaaaaaa (mulai menggunakan nada tinggi)
Mica : Kakak, kakak sudah bisa jalan, bisa berjalan kan? Ayo, ambil sendiri (kekeuh tidak mau mengambilkan dan hati mulai terasa kesal memanas)
Kakak : Ngga mauuuuu, mau diambilkan ummi aja (nada tinggi maksimal :D)
Mica : (menahan gemas sambil mencuci panci, rasa-rasanya ingin menggigit panci. Tetap tidak mengambilkan tapi mendatangi kakak, dan melihat beberapa barang milik kakak tidak berada di tempatnya) Kakak, ini jilbab kakak koq disini? Segala sesuatu ada tempatnya. Kalau tidak berada di tempatnya berarti ditaruh di tempat sampah, kan?
Kakak : Jangaaaan…. (berderai air mata)
Mica : (mencoba mengalah, mengambilkan piring) Ini piring kakak. Maaf ya kak. Ummi percaya kakak anak mandiri (pasang senyum semanis kurma lalu memeluknya)

Tangis kakak mereda. Ummi pun kembali ke dapur. Tak lama, kakak terlihat beranjak dari kursinya, mengembalikan barang-barang miliknya ke tempatnya. Lalu datang ke tempat sampah dapur, membuang kulit edamame dan meletakkan piring ke tempat cuci piring.

Meleleh hati ummi. Betapa penting bagi Mica sedikit menurunkan ego untuk melihat perilaku kooperatifmu, Kak. Terimakasih kakak.

#hari7
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

0 comments:

Post a Comment