Thursday, 9 February 2017

Cancel Cancel Go Away

Hijrah ke lingkungan yang berbeda tentu membuat diri menyesuaikan diri. Terbiasa berada di lingkungan kondusif untuk belajar dan berdiskusi, membuat Ummica merasa kehilangan saat di lingkungan baru belum ada forum belajar serupa.

Saat bertemu dengan orang-orang yang menanyakan aktivitas, saat Ummi menjawab, “mendidik anak dan menulis.”, tanggapannya adalah “oh, berarti di rumah saja ya.”. Mica pun meringis.

Sempat terbawa arus perasaan menjadi sedih dan merasa powerless. Tapi alarm diri berbunyi, Mica merasa itu tidak tepat. Anggap saja Mica sedang bertemu Mr. Loose Loose. Yang harus dihadapi dengan jurus cancel-cancel go away.  Kalimat-kalimat negatif yang diterima, diubah menjadi energi untuk bersiap melompat lebih tinggi. Karena pikiran mempengaruhi segalanya. Mica pun menguatkan tekad untuk semakin bersungguh-sungguh menjalankan Pendidikan Keluarga (Home Education) untuk kakak dan adik.

Maka, Mica putuskan untuk fokus dan terus bergerak. Beberapa bulan lalu Mica mencoba menginisiasi komunitas ibu pembelajar, mengajak teman-teman sekolah dan tetangga, dan alhamdulillah pertemuan diskusi bisa berjalan tiap bulan. Mengikuti lomba dongeng berkolaborasi dengan kakak untuk memfasilitasi potensi ambassador-nya, dan mengisi kegiatan anak  suatu yayasan.

Hingga siang tadi, saat mengobrol dengan seorang ibu muda dalam suatu kegiatan, beliau bertanya, “Mica dulu sebelum disini aktivitasnya mengajar ya?”. Saya menjawab mantap, “Iya, mengajar kakak, dan menulis.”

Entah mengapa, saat itu Mica merasa ada angin sepoi-sepoi yang menyejukkan hati. Mica artikan pertanyaan itu sebagai bentuk apresiasi lingkungan. Dan semakin meyakinkan diri, membersamai pendidikan keluarga dengan penuh kesungguhan dan totalitas, akan mengantarkan rezeki yang tak disangka dariNya

#hari9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

0 comments:

Post a Comment