Tuesday, 19 July 2016

Tips dan Trik Mengajak Balita Menikmati Perjalanan Panjang di Kereta Api

Apa saja yang dapat dilakukan untuk memberikan kenyamanan pada balita selama menempuh perjalanan jauh? Berikut sedikit catatan kami :

Mengajaknya Beradaptasi dengan Lingkungan

Anak kecil sangat sensitif pada perubahan lingkungan. Pun di kendaraan sekalipun. Bagi kami, jarak tempuh 13-15 jam merupakan waktu yang cukup lama, dapat digunakan anak untuk beraktivitas banyak hal sehingga penting untuk memberikan bekal kenyamanan terlebih dahulu. Untuk itu, setiap kali masuk kereta api, tak berselang lama kami akan mengajaknya memandang sekeliling. Minimal dengan penumpang di belakang. Atau berjalan menyusuri gerbong sembari salim dengan penumpang lain. Kalau sekarang, seringkali dia yang sudah akrab lebih dulu dengan penumpang sekitar. Berbonus membawa camilan di tangan kanan kiri, :D

Memfasilitasinya untuk dapat Tidur dengan Nyaman

Pertama kali MeGi naik kereta api adalah saat dia berusia 3 bulan. Menempuh perjalanan Jombang-Bandung. Kami mengambil waktu berangkat di pagi hari dan estimasi kedatangan malam hari, dengan pertimbangan suaya dia lebih menikmati perjalanan. Menjelang Ashar, dia sudah mulai bosan rupanya. Mulailah tangisan sendu khas bayi dia suarakan. Sangat berpotensi membangunkan orang yang sedang tertidur. Bahkan sudah terbukti membuat anak seusianya juga ikut menangis. Cukup lama, mungkin sekitar 2 jam. Dua bulan setelahnya saat kami harus mudik kembali, kami mengambil jadwal malam. Ternyata, dia justru lebih nyaman perjalanan malam hari. Lebih banyak beristirahat, dan jika bangunpun tidak sempat bosan. Sejak saat itu, kami selalu memilih perjalanan malam. Semakin bertumbuh besar, untuk tidur yang nyaman dia perlu tempat yang memadai, tak cukup lagi berada di pangkuan Micha. Abinya mengalah, memilih duduk di bawah supaya kursinya bisa digunakan MeGi untuk tidur dengan leluasa. Hingga penyewaan bantal kereta pun menjadi langganan kami untuk teman duduk di bawah. Makin besar, makin panjang pula dia. Pulang kemarin, 1 kursi tak lagi mencukupi untuk. Untuk memulai tidur nyenyaknya, Micha dan Biya duduk di bawah dan dia menguasai kedua kursi pesanan kami. Baru setelah terlelap nyenyak, Biya bisa mengangkat kaki MeGi dan memangkunya. Sedangkan Micha memilih tidur di bawah dengan koran dan bantal sewaan. Ini jadi mengingatkan Micha pada Yangkung Yangti. Karena dulu jika naik kereta, saat Micha masih kecil, hal itu pula yang dilakukan Yangti dan Yangkung di dalam kereta. Aaaaah, alhamdulillah, MeGi bisa beristirahat dengan nyaman. Kamipun dapat beristirahat cukup nyaman

Membawa Makanan dan Camilan Kesukaan yang Praktis

Tidak banyak yang dia makan selama perjalanan, tapi sering. Untuk perjalanan malam dengan durasi 13-15 jam, biasanya kami membawa 1 porsi makanan berat, roti isi coklat, buah-buahan, camilan, jus buah dan susu UHT rasa plain.

Mendengarkan Keinginannya

Ada kalanya dia bosan, maka kami mengajaknya berjalan menyusuri gerbong. Ada kalanya di bertanya pemandangan, maka kami jelaskan sembari tadabbur alam. Ada kalanya dia lelah, maka dia akan tidur telungkup dan kami pijat badannnya. Kami sadar, perjalanan panjang ini tidak mudah untuknya. Tapi dia dapat menyerap informasi dan merekam momen ini sebagai jejak masa kecilnya dengan baik jika terlalui dengan menyenangkan. Dan itu menjadi tugas kami.
Yuk, bepergian bersama J

#griyariset
#risetkeluarga
#ODOPfor99days

#day28

0 comments:

Post a Comment