Skip to main content

Mini Project : Yuk, Baca Al Qur'an Bersama-sama

[Mini Project]


Yuk, Baca Al Qur’an Bersama-sama


Raising your children, raising ourselves

Quote diatas memang benar adanya. Jika menginginkan anak yang sholih dan sholihah, langkah pertama dan utama yang harus ditempuh adalah membuat diri menjadi pribadi yang sholih terlebih dahulu. Maka, dalam mendidik anak, keteladanan jauh lebih utama dibandingkan nasihat. Dan ini menjadi PR besar bagi kami.


Setiap anak pasti memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, terutama atas apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Setiap kali orangtua melakukan sesuatu, tidak berselang lama anak akan menirukannya. Pun saat membaca Al Qur’an. Saat kita membaca Al Qur’an, sudah bisa ditebak dia pasti juga ingin membaca Al Qur’an. Bukan buku bacaan yang lain, yang bahkan mungkin ilustrasinya lebih beragam, gambarnya lebih menarik dan warnanya lebih mencolok. Bukan, bukan itu. Dia lebih mengingingkan apa yang ada dalam genggaman kita, yang sedang kita gunakan. Mungkin dia berpikir, dia juga ingin melakukan persis seperti apa yang sedang kita lakukan. Hihi

Supaya kami tetap bisa membaca Al Qur’an dan tetap memfasilitasi rasa ingin tahu anak, kami mengupayakan hal berikut :
1. Memberikan Al Qur’an terjemahan khusus miliknya. Ya, dari awal, kami memberikan satu Al Qur’an terjemahan khusus untuknya. Yang secara bentuk mirip dengan yang kami gunakan. Kami tidak pernah menggunakan miliknya, sehingga harapannya saat sesi membaca Al Qur’an, kami dapat melakukannya bersama-sama dengan Al Qur’an milik masing-masing.
2. Saat dia menggunakan Al Qur’an, tak jarang ada bagian yang sobek, ada yang halamannya terlepas dan sebagainya. Kami sempat bingung mengantisipasi ini. Karena jika mengganti dengan buku, dia menolak, melarangnya untuk memegang juga sulit karena dia terus saja menginginkan. Maka, jika ada bagian yang sobek atau terlepas, kami bersegera mengisolasi dan memperbaikinya. Alhamdulillah masa itu berlangsung di usianya hingga 18 bulan. Semakin dia besar, semakin jarang bagian yang sobek maupun terlepas.
3. Usai menggunakan, bersama-sama kami meletakkannya kembali ke tempatnya. Melatihkan padanya untuk bersegera mengembalikan sesuatu begitu selesai digunakan, sekaligus membangun rasa tanggungjawab atas barang miliknya.

Wallahu a’lam

#griyariset
#miniproject
#ODOPfor99days
#day87



Comments

Popular posts from this blog

Nomor Sim Card Indonesia Nonaktif Saat Berdomisili di Luar Negeri? Lakukan Langkah Berikut untuk Reaktivasi!

Saat tahun lal u kami berkesempatan mudik ke Indonesia, saya membeli nomor sim card Indonesia dengan provider Telkomsel dan berniat menjaganya agar tetap aktif. Sekalipun tinggal di luar negeri, kami menggunakan beberapa aplikasi dalam negeri yang membutuhkan nomor sim card Indonesia yang aktif untuk verifikasi. Masa aktif kartu yang saya beli memang relatif pendek, sehingga saya merasa perlu mengeceknya secara berkala agar tidak sampai hangus. Tapi setelah beberapa bulan berjalan, saya larut dengan agenda-agenda keseharian, dan lupa mengeceknya via aplikasi MyTelkomsel. Pagi ini saya baru ingat, kemudian membuka aplikasi MyTelkomsel. Gagal, karena ternyata ter-logout otomatis. Entah sejak kapan, karena memang aplikasi tersebut jarang saya buka selama di Abu Dhabi. Saat saya mencoba login, qodarullah aplikasi meminta untuk melakukan verifikasi via SMS. Dan di sinilah tantangan muncul, SMSnya tidak sampai. Maka verifikasi pun gagal dilakukan. Saya mulai mencari informasi, apakah ada car...

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-...

Persiapan Memasuki Perkuliahan Semester Dua di IOU

Bulan ini perkuliahan semester dua dimulai. Sejak awal bulan, saya mulai melakukan registrasi untuk kemudian bisa mengakses materi perkuliahan. Namun baru ditindaklanjuti dua pekan belakangan, saya menelusuri isi setiap mata kuliah di situs IOU. Tepatnya setelah acara 2 nd  Anniversary Puan Adaptif yang bertajuk Tangguh dan Tumbuh : Mengasah Growth Mindset dan Resiliensi sebagai Bentuk Adaptabilitas dalam Menghadapi Ketidakpastian selesai dihelat. Dijalankan bertahap dan satu persatu, alhamdulillah. Jadi semester ini insyaAllah ada tiga mata kuliah, yang mana per mata kuliah terdiri dari 40 modul. Maka total ada 120 modul yang harus dibaca dan dikerjakan kuisnya. Dilengkapi dengan tiga tugas research paper per mata kuliah, sehingga totalnya ada sembilan research paper yang harus dikerjakan. Kemudian, setiap mata kuliah juga dilengkapi dengan referensi yang jumlahnya terbilang banyak . Benar adanya kalau semester satu kemarin terbilang pemanasan. Baru mengunduh materi referensi untu...