Skip to main content

Mengenal Shei Latiefah, Inisiator Save Street Child dari Media

Dini hari ini menemukan sesosok sociopreneur yang berasal dari Jombang, mbak Shei Latifah. Baru sekarang tahu, kalau beliau ternyata inisiator gerakan Save Street Child(SSC). Nama SSC bukal hal asing di telinga, tapi baru tahu kalau inisiatornya seorang perempuan muda dan enerjik yang berasal dari tempat asalnya yang sama. Oke, disemangati rasa penasaran, mulai browsinglah mengenai mbak ini dan gerakannya. Sempat nonton liputan di acara Sarah Sechan, berikut link-nya https://www.youtube.com/watch?v=I4GOPThL4y0 dan sedikit resume singkat.
Save Street Child (SSC) merupakan gerakan sosial yang membantu anak jalanan untuk memiliki kehidupan yang layak dan terpenuhi hak dasarnya. Saat mereka ditanya apa yang dipelajari di SSC, serentak mereka menjawab ada banyak hal. Mulai dari pelajaran seperti Matematika, IPA hingga kesenian dan tari. Khusus hari Jumat, mereka bebas berkreasi, entah art and craft, tari maupun kesenian lainnya.
Saat itu anak jalanan yang terbina ada sekitar 30 orang, itu tahun 2013 ya, dengan 50 orang tenaga pengajar. Saat ini tentu jumlahnya meningkat pesat.
SSC berawal dari keprihatinan seorang Shei Latifah pada anak jalanan yang membutuhkan shelter, makanan. Program dimulai dengan event berkala, kemudian dilanjutkan dengan program jangka panjang. Hingga saat diwawancarai Shei Latifah mengungkapkan sudah ada 7 kelas yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang. Ulasan selengkapnya mengenai Save Street Child dan Shei Latifah, bisa disimak di beberapa link di bawah ini :

#griyariset
#sociopreneur
#ODOPfor99days

#day95

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Mini Project : Belajar Siklus Air

Mini Project 20 Juli 2016 Belajar Siklus Air Beberapa sore belakangan, hujan selalu menyapa. Allahumma shoyyiban nafi’an Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat. Salah satu kebiasaan yang Mentari Pagi lakukan saat hujan adalah melihat kamar belakang sambil melapor, “Ngga bocor koq Mi,alhamdulillah kering.” Hihihi..Atap kamar belakang memang ada yang bocor. Sehingga jika hujan turun, terlebih hujan besar, saya selalu mengeceknya, apakah bocor atau tidak. Dan kebiasaan inilah yang damati dan diduplikasi oleh MeGi. Dari sini jadi terpikir untuk mengenalkan siklus air padanya. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah. Saat membuka facebook timeline , ada teman yang membagi album foto mba Amalia Kartika. Berisikan ilustrasi menarik mengenai informasi ayat-ayat yang berkaitan dengan air dan hujan. Jadilah ini sebagai salah satu referensi saya saat belajar bersama mengenai siklus air. Untuk aktivitas ini saya menggunakan ilustrasi siklus air untuk stimulasi m

Momen Refleksi Seorang Bunda (menuju) Produktif

Bismillahirrohmanirrohim… Refleksi saya adalah bahwasanya kelas Bunda Produktif ini sangat identik dengan kerja kelompok. Untuk sukses melaluinya, setiap Hexagonia perlu memiliki sikap proaktif, inisiatif, dan project ownership yang tinggi sebagai kunci sukses dalam membangun kota bersama-sama. STOP Proses apa saja yang selama ini tidak bekerja untuk project passion kita? Apa saja yang harus kita “stop” dan tidak dikerjakan lagi, apabila project passion ini akan berlanjut? Alur kerja yang tidak end to end. Analisa pribadi diri : Penyebab bisa tidak terjadi end to end salah satunya adalah karena tsunami informasi yang terjadi di WAG koordinasi Co-Housing . Jika saya amati, dalam satu hari saja bisa beragam bahasan berseliweran. Mulai dari pengumuman jadwal live, umpan bahan diskusi seputar project passion, hingga bahasan tugas jurnal yang perlu dikerjakan berkelompok. Padahal jam daring seorang ibu sangat terbatas dengan jadwal yang berbeda-beda antara satu ibu dengan ibu