Skip to main content

Riset MeGi : Membantu Beki Memasukkan Stiker ke Toples

[Riset MeGi]
9 Juni 2016

Membantu Beki Memasukkan Stiker ke dalam Toples



Siang itu kami sedang memotong stiker bertema Ramadhan yang kami dapatkan dari paket Fun Ramadhan Diary. Stikernya ada 280 potong yang tersusun di 5 lembar A5. Jadi setiap lembarnya kami perlu memotong menjadi 56 potongan kecil. Stiker ini rencananya kami susun di buku Ramadhannya MeGi. Setiap amal kebaikan yang dia lakukan, dia akan mendapat kesempatan menempel stiker kesukaannya. Berapapun jumlahnya. Jadi, siang itu kami mempersiapkan amunisinya. Saat saya sedang memotong, MeGi sedang asyik bermain dengan Beki. Lama kelamaan, rupanya dia tertarik dan ingin ikut terlibat. Saya libatkan dia untuk membantu memasukkan stiker hasil potongan yang ada di karpet, ke dalam toples. Dia pun melakukan dengan sukacita. Ternyata ada hal lain yang muncul dalam pikirannya. Tak berselang lama, terlihat dia memangku Beki dan menggerak-gerakkan tangan Beki. Lalu ada monolog sebagai berikut :

“Susah ya Beki? MeGi bantu ya?”
“Begini caranya…bismillah dulu ya. Bismillaahirrohmaanirrohiim..”
“MeGi bantu pegang ya, pelan-pelan. Yup, masuk.”
“Bisa kan, Beki bisa, Beki anak mandiri.”

Saya yang mendengarnya tersenyum geli. Aaaaaah, anak memang peniru ulung. Dia mengingat dan meniru persis seperti apa yang tersampaikan padanya. Aktivitas pun terus berlanjur hingga potongan-potongan stiker itu selesai terpotong. Dan Beki, sukses menjadi anak mandiri.

#griyariset
#miniproject
#ODOPfor99days
#day83

Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan