Skip to main content

Mini Project : Dimana Saja Kepik Bersembunyi?

[Mini Project]
20 Juni 2016

Ayo Cari Tempat Kepik Bersembunyi!



Ini aktivitas sederhana. Berawal dari MeGi yang mengawali aktivitas belajar pagi dengan menunjuk gambar hewan di sebuah buku yang sedang saya bacakan dan bertanya, “Ini apa Mi?”, dan sayapun menjadi, itu kepik mba. Dulu, waktu dia masih kecil, sekitar usia 6 bulan, dia pernah menjumpai kepik di halaman rumah dan ingin memegangnya. Saya ceritakan kembali hal tersebut, dia pun mengangguk-angguk. Entah mencoba mengingat atau mencoba memahami saja. Hihi. Pembacaan cerita kami pagi itu pun berlanjut.
Hari menjelang siang, dan dia sedang asyik beraktivitas menempel stiker ramadhannya. Tiba-tiba ia memekik kegirangan. Mi, ada stiker kepik! Olala, ternyata dia menemukan gambar kepik di salah satu stiker yang akan dia tempel. Oke sip.
“Mi, ada kepik lagi! Di baju Beki!” kali ini dia memberitahu dengan menggendong Beki si boneka bebek. Ternyata di rompi si Beki memang ada gambar kepik. Kyaaaa…bahkan selama inipun saya tak menyadarinya. Saya pun mulai memberikan tantangan, “Wah, ada banyak kepik yang mba di rumah. Jangan-jangan masih ada lagi. Kita cari lagi yuk mba?”. Ajakan disambut antusias. Kami pun berpencar, mencari-cari dimana lagi kami akan menemukan gambar kepik. Sebenarnya saya pun tak tahu dia akan menemukan gambar makhluk kecil itu.
“Mi, ketemu!” pekiknya. Saya keheranan. Saya hampiri dia yang sedang menunjuk-nunjuk dinding ruang tamu. Ada kepik di dalam rumah? Oh, ternyata tidak. Dia menunjuk pada gambar rangkaian buah-buahan yang kami buat tempo hari atas permintaannya. Diantaranya memang ada kepik yang menyelip, hihi. “Wah, ternyata banyak juga ya gambar kepik tanpa kita sadari” ujar saya dalam hati.
Hari mulai malam saat MeGi meminta untuk dibacakan buku. Buku yang dipilihnya kala itu adalah buku aneka kreasi dari kertas. “Apa yang bisa dibacakan?”pikir saya. Saya pun hanya menerangkan nama-nama benda yang tertera disitu. Sembari sesekali menghubungkannya dengan kejadian yang pernah MeGi alami. Dan ternyata dia kembali menemukan kepik, hihi. Bisa jadi hari itu hari kepik bagi MeGi, J

 #griyariset
#miniproject
#ODOPfor99days

#day70

Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan