Tuesday, 19 July 2016

Mini Project : Bermain di Kolam Renang

Saat mudik lebaran ke rumah Yangti Yangkung, MeGi memang membawa baju renang muslim. Bukan beli di toko, tapi hasil karya handmade ibu tetangga. Ibu tetangga hobi dan ahli menjahit, beliau membuat baju-baju renang untuk anak mulai usia 3-4 tahun. Saat MeGi ditawari, MeGi memilih baju renang muslimah lengkap dengan jilbabnya. Karena ukuran paling kecil yang ada masih terlalu panjang buatnya, dengan senang hati ibu tetangga mengecilkan ukurannya hingga pas dikenakan MeGi. Dan dibawalah baju renang itu selama mudik, cukup seharga lima puluh ribu rupiah. Jauh lebih murah dibandingkan harga baju renang anak yang ada di pasaran.
Tak jauh dari rumah Yangti, ada kolam renang desa yang sudah buka di beberapa hari setelah lebaran. MeGi yang waktu itu Micha ajak masuk untuk melihat kolam renang anak, langsung saja meminta untuk berenang. Karena niat awal kami berdua hanya jalan-jalan, kami berjalan kaki dan tidak membawa pakaian ganti untuk MeGi, maka kami berdua memutuskan pulang. Mengambil baju renang sekaligus mengajak Abiya untuk bermain bersama di kolam renang.
Jam menunjukkan pukul 10.30 WIB saat kami bertiga tiba di kolam renang. Cukup membayar tujuh ribu rupiah per orang yang berenang. MeGi dan Abiya dihitung sepuluh ribu rupiah saja.  Kolam renang dengan air dingin membuat MeGi perlu beradaptasi terlebih dahulu. Abiya menciprat-cipratkan air ke MeGi, menggendongnya di dalam air, hingga lama-lama seluruh badan mau tercekup ke air di kolam renang. Kurang lebih 1 jam MeGi bermain air di kolam renang. Usai renang, bersih diri dan mengisi asupan nutrisi dengan perbekalan yang dibawa.

#griyariset
#ODOPfor99days

#day32

0 comments:

Post a Comment