Skip to main content

Sudah Produktifkah Hidup Saya? Merenungi Misi Hidup dan Produktivitas dalam Tugas 7 Matrikulasi Ibu Profesional

Mesa Dewi_IIP Bandung

PROGRAM MATRIKULASI BATCH #1 
[NHW#7] MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS


Bunda, setelah di materi NHW#7 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#6)
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Septi Peni/

Jawaban :
A. Ranah aktivitas yang ada dalam kuadran SUKA dan BISA yang ingin saya asah dengan kesungguhan hingga menjadi master atas izin Allah adalah MENJADI HOME EDUCATOR

B. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
Saya ingin menjadi home educator yang handal. Bersama suami menjalankan visi misi keluarga yang telah dirumuskan bersama. Menyokong passion beliau di bidang ilmiah dan akademik, menyusun dan menjalankan kurikulum belajar keluarga dan menjadi guru teladan bagi ananda, bahkan anak-anak di lingkungan sekitar.

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
Untuk mewujudkan impian menjadi home educator yang handal, yang ingin saya lakukan adalah :
  • Berkomitmen menjadikan jam bermain bersama anak sebagai jam terbang yang mengasah kemampuan
  • Membuat portofolio anak dengan cara menuangkan pengalaman keseharian dalam bentuk tulisan dan kolase foto
  • Menuntut ilmu yang berkaitan dengan bidang ini dan membagi kembali ilmu yang dimiliki dan pengalaman yang sudah dipraktikkan. Dalam hal ini, peran komunitas sangat menunjang pembelajaran saya.
  • Menjalankan kurikulum personal bagi diri saya yang sudah saya susun di NHW #3

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
  • Memiliki ilmu dan keterampilan yang terintegrasi dan mumpuni dalam proses menjalankan misi hidup
  • Sebagai bagian dalam proses mencapai impian, besar harapan saya untuk dapat memiliki teman perjalanan dengan bakat dominan focus, discipline, restorative, futuristic, activator yang dengannya saya dapat berkolaborasi dan senantiasa diingatkan untuk tetap berjalan di dalam lintasan.


C. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
Setiap muncul pertanyaan mengenai visi hidup, saya selalu teringat surat 51 ayat 56

Jika tujuan penciptaanku adalah menjadi abdiNya, adakah tujuan hidup selain mengabdi penuh pada Sang Pencipta?
Menjadi hamba sepenuh waktu, menjalankan tujuan penciptaan dengan menjalankan peran spesifik sehingga dapat memberi kebermanfaatan dunia akhirat dan meraih ridho Allah.
Seorang praktisi Talents Mapping pernah mengutip ayat terkait dengan peran spesifik manusia sebagai jalan hidup, Tertuang di surat 17 ayat 84

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
5-10 tahun ke depan artinya saya sedang menapaki 5 KM kedua perjalanan hidup, jika Allah izinkan. Yang ingin saya capai adalah lingkungan yang kondusif untuk praktik pendidikan anak, terutama anak usia dini.
Saya ingin mengenyam pendidikan secara terstruktur dan sistematis mengenai pendidikan anak usia dini, serta bersama dengan teman-teman sevisi, membangun sebuah kelompok bermain anak sebagai wujud penuangan ide sistem pembelajaran anak sekaligus penduplikasian pengalaman yang sudah dipraktikkan di rumah dengan keluarga.

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Dalam kurun waktu 1 tahun ini saya sedang berada di KM 1-2 perjalanan. Kompetensi yang ingin saya capai pada KM 1-2 adalah Tuntas Diri. Yang mencakup mempelajari ilmu mengenai manajemen diri, waktu, pikiran dan komunikasi produktif pada keluarga.

Lebih lengkapnya, tertuang dalam kurikulum personal saya yang saya susun pada NHW #3 lalu yang saya lampirkan kembali di bawah ini.

Kurikulum Personal Pribadi yang saya coba rumuskan
Bismillah... semoga tak ada langkah yang tergerak oleh hati yang tak tertuju padaMu, ya Rabb...

#ODOPfor99days
#day99
#institutibuprofesional
#griyariset

Comments

  1. Messaa... selalu suka deh dengan strategi2 nya terkonsep jelas

    ReplyDelete
  2. Messaa... selalu suka deh dengan strategi2 nya terkonsep jelas

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan