Skip to main content

Tantangan 30 Hari Day 10 : Membacakan Buku Anak berjudul “Wie vie list viel?” (2)


Hari ini kami melanjutkan membaca buku yang sama dengan buku kemarin. Kemarin kami baru selesai membaca hingga halaman 20. Dan kini kami melanjutkannya hingga akhir, halaman 45.


Cerita apa saja yang kami temui kali ini? Cerita pertama mengenai kue ulang tahun yang dibuat dua anak perempuan untuk ibunya. Mereka menggunakan satuan gelas yogurt, sendok makan, sendok teh, jumput, irisan dan genggam  untuk membuat takaran bahan-bahan. Cerita berikutnya adalah pengukuran satuan dengan cara sederhana. Dilanjutkan dengan mengenal ukuran berat, menganalogikan berat badan bayi dengan beberapa buah gula atau tepung yang biasanya dikemas per satu kilogram. Juga prinsip timbangan dengan membandingkan satu benda dengan benda yang lain dan permainan jungkat-jungkit.


Hari ini saya kembali menyematkan badge Need Improvement karena lagi-lagi saya tidak membacakan satu buku hingga tuntas dalam satu hari. Namun secara penyampaian, proses berlangsung dengan baik. Hari ini saya juga mencoba aplikasi Boosted untuk merekam durasi pengerjaan tantangan ini dari hari ke hari, membantu saya menjaga konsistensi dalam proses.

Belajar bahasa Jerman memang merupakan peta belajar prioritas di tahun ini, namun membersamai anak pun aktivitas yang menjadi prioritas utama dalam keseharian. Saya bersyukur tantangan ini membuat saya belajar banyak kosakata baru. Seperti di buku ini, saat membacakan saya bertemu kalimat yang menggunakan „um...zu“ yang materinya baru saja menjadi bahan latihan mendengar (hoeruebung) yang ditugaskan di kursus kemarin lusa.  Di buku tersebut dituliskan :

Und wie muesst ihr euch verteilen, um die Wippe in die Waagerechte zu bringen und dann die Balance zu halten?

Dengan demikian, antara kegiatan membersamai anak dan belajar bahasa Jerman bisa dijalankan secara beriringan dalam tantangan ini. Tentunya saya juga mengalokasikan waktu tersendiri untuk mengerjakan tugas kursus ataupun belajar dengan menyendiri. Kalau ini, biasanya saat anak-anak tidur. 

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Cerita Anak : Pengenalan Anggota Tubuh

CERITA TENTANG PENGENALAN ANGGOTA TUBUH Udara hangat, suara burung berkicau dan air bergemericik, menemani sang mentari menyingsing dari arah timur. “Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh…. Selamat pagi anak-anak… Bagaimana kabar hari ini?” ibu guru membuka ruang kelas batita dengan sapaan penuh semangat. Anak-anakpun menjawab dengan antusias, bahkan mereka berlomba-lomba mengeraskan suara, “Wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh… Selamat pagi ibu guru… Alhamdulillah….Luar biasa…Allahu Akbar!” Jawaban sapaan berlogat cedal khas anak-anak membahana di seluruh isi ruangan. Ibu guru tersenyum lebar. (Coba, siapa yang bisa peragakan, bagaimana senyum lebar itu?). Jawaban nyaring anak-anak tadi tak ubahnya pasokan energi yang membuat semangatnya menggebu sehari penuh. Pagi ini sang ibu guru akan mengenalkan pada anak-anak mengenai anggota tubuh. Sengaja beliau datang dengan tangan hampa. Tanpa buku, tanpa alat peraga. Rupanya beliau ingin tahu seberapa jauh anak-

Mini Project : Belajar Siklus Air

Mini Project 20 Juli 2016 Belajar Siklus Air Beberapa sore belakangan, hujan selalu menyapa. Allahumma shoyyiban nafi’an Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat. Salah satu kebiasaan yang Mentari Pagi lakukan saat hujan adalah melihat kamar belakang sambil melapor, “Ngga bocor koq Mi,alhamdulillah kering.” Hihihi..Atap kamar belakang memang ada yang bocor. Sehingga jika hujan turun, terlebih hujan besar, saya selalu mengeceknya, apakah bocor atau tidak. Dan kebiasaan inilah yang damati dan diduplikasi oleh MeGi. Dari sini jadi terpikir untuk mengenalkan siklus air padanya. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah. Saat membuka facebook timeline , ada teman yang membagi album foto mba Amalia Kartika. Berisikan ilustrasi menarik mengenai informasi ayat-ayat yang berkaitan dengan air dan hujan. Jadilah ini sebagai salah satu referensi saya saat belajar bersama mengenai siklus air. Untuk aktivitas ini saya menggunakan ilustrasi siklus air untuk stimulasi m

Momen Refleksi Seorang Bunda (menuju) Produktif

Bismillahirrohmanirrohim… Refleksi saya adalah bahwasanya kelas Bunda Produktif ini sangat identik dengan kerja kelompok. Untuk sukses melaluinya, setiap Hexagonia perlu memiliki sikap proaktif, inisiatif, dan project ownership yang tinggi sebagai kunci sukses dalam membangun kota bersama-sama. STOP Proses apa saja yang selama ini tidak bekerja untuk project passion kita? Apa saja yang harus kita “stop” dan tidak dikerjakan lagi, apabila project passion ini akan berlanjut? Alur kerja yang tidak end to end. Analisa pribadi diri : Penyebab bisa tidak terjadi end to end salah satunya adalah karena tsunami informasi yang terjadi di WAG koordinasi Co-Housing . Jika saya amati, dalam satu hari saja bisa beragam bahasan berseliweran. Mulai dari pengumuman jadwal live, umpan bahan diskusi seputar project passion, hingga bahasan tugas jurnal yang perlu dikerjakan berkelompok. Padahal jam daring seorang ibu sangat terbatas dengan jadwal yang berbeda-beda antara satu ibu dengan ibu