Skip to main content

Tantangan 30 Hari Day 25 : Membacakan Buku Anak berjudul “Stadt mit anderen Augen”

Sebenarnya bukan buku ini yang rencananya ingin kami baca bersama. Tapi justru saat akan dibaca, si buku yang sudah disiapkan entah kemana. Sepertinya saya lupa meletakkannya dimana. Dicari-cari belum ditemukan. Jadilah saya mencari buku lain saja.

Buku berjudul „Stadt mit anderen Augen“ ini berisi sekitar 25 halaman. Menariknya, kota yang dibahas di buku ini adalah kota Wina, sehingga lekat dengan keseharian anak-anak. Setiap lembar menjelaskan satu situasi, sehingga ada dua belas situasi yang dipaparkan di buku tersebut, yaitu :
die Stadt
Dari atas menara gereja, pemandangan menyeluruh kota bisa terlihat.Terlihat seluruh bangunan yang mengisi kota. Mulai dari bangunan tua yang biasa terletak di dekat gereja.
auf dem Markt
Pasar selalu ramai pengunjung. Sekalipun saat ini sudah bisa berbelanja melalui telefon atau online melalui internet, namun keasyikan berbelanja di pasar tetap berbeda rasa. Ada kebutuhan berinteraksi langsung yang terpenuhi rasanya saat berbelanja bersama keluarga atau teman sembari mengobrol. Ini tentu berkaitan erat dengan fitrah manusia sebagai seorang makhluk sosial.
Di pasar tentu dijumpai banyak barang dagangan. Yang mendominasi tentu bahan pangan, terutama sayur, buah, daging dan ikan. Sayur, buah dan daging-dagingan yang diperjualbelikan mayoritas merupakan produk lokal Austria, namun juga ada beberapa yang berasal dari negara lain, seperti Zucchini yang datang dari Italia, atau Nanas dan Pisang yang berasal dari Amerika Selatan.  Jika saat berbelanja merasa lapar, kita juga bisa membeli makanan seperti pizza atau kebab yang kedainya banyak dijumpai di pasar.
in der Fussgaengerzone
Di zona pejalan kaki, dapat ditemui pertokoan yang berjejer. Ada toko pakaian, toko buku, toko mainan, juga supermarkt. Jika kita tak ingin berbelanja apapun, kita juga bisa duduk santai sembari menikmati eskrim dan beristirahat.
der Strassenverkehr
Jalan raya selalu padat kendaraan. Ada pejalan kaki, pesepeda, juga ada mobil, bus, juga tram yang berlalu lalang. Sebelum naik kedaraan umum, calon penumpang tentu perlu memiliki tiket yang bisa dibeli di mesin otomatis yang tersedia di halte, stasiun maupun di dalam tram.
am Bahnhof
Apa yang kita jumpai di stasiun? Ada pertokoan, kafe, penjual tiket kereta, juga penumpang kereta yang berlalu lalang dengan menarik koper atau tas besar. Anak-anak sembari mengingat stasiun Westbahnhof yang sering mereka datangi, lalu membandingkan perbedaan kondisi stasiun yang besar (utama) dan yang kecil.
im Park
Ini menjadi tempat favorit sekaligus tempat yang mereka rindukan. Taman berisi tempat bermain anak dimana mereka biasanya bermain setiap hari, kemudian jika cuaca cerah ada yang bermain layangan, juga ada beberapa orang yang menggelar tikar untuk piknik. Di taman, dapat kita jumpai juga aneka bunga yang sedang bermekaran dan pohon-pohon yang meneduhkan.
das Rathaus
Di balai kota, masyarakat tentu tak bisa sembarangan masuk. Disana ada banyak aturan dan kebijakan yang dirumuskan, ada banyak kesibukan yang dijalankan, ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, yang semuanya berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat.
Hochhaeuser
Semakin padatnya sebuah kota beriringan dengan semakin meningkatnya kebutuhan tempat tinggal. Dengan jumlah lahan yang sedikit, agar kebutuhan tempat tinggal masyarakat terpenuhi dibangunlah tempat tinggal-tempat tinggal yang tinggi. Hochhaeuser pertama kali didirikan di Chicago, sebuah kota besar di Amerika. Di bangunan ini tentu tersedia lift, untuk membantu orang yang tinggal di dalamnya terutama yang berada di lantai atas.
die Muellabfuhr
Di pinggir taman atau jalan, biasa kita temui tempat sampah dengan beragam warna. Setiap hari kita jumpai kendaraan berwarna oranye, lengkap dengan petugas yang kerap tersenyum ramah. Mereka lah yang berjasa membawa sampah dari rumah-rumah maupun tempat sampah umum ke tempat pengelolaan sampah.
die Kanalisation
Adalah sebuah saluran bawah tanah yang memiliki peranan penting untuk perputaran air bersih di kota ini.
auf der Baustelle
Di sebuah kota, pembangunan kerap berkelanjutan. Baik untuk tempat perbelanjaan, tempat tinggal maupun kebutuhan pembangunan lainnya.
Nachts in der Stadt
Di malam hari, suasana kota sangat sepi. Lampu rumah-rumah sudah dimatikan, tempat bermain dan fasilitas umum kosong, toko-toko dan sekolah pun tutup. Kendaraan yang berlalu lalang hanya sedikit, kendaraan umum tetap ada namun dengan frekuensi yang lebih lama antara satu dan berikutnya. Malam adalah waktu beristirahat. Namun ada juga beberapa hewan yang justru muncul di waktu ini.

Alhamdulillah, buku yang menarik ini bisa tuntas terbaca. Benar adanya bahwa „jangan menilai suatu buku dari sampulnya saja“. Sekilas awalnya saya mengira buku ini terlalu padat tulisan dan berat untuk dibaca. Namun setelah mencobanya hari ini, pandangan pertama saya ternyata salah.
Badge Excellent lagi untuk usaha bersama hari ini ya. Sebenarnya ya, setelah saya merasakan perjalanan proses ini, sesi ini bisa menjadi ajang latihan bagi saya untuk meningkatkan kesabaran. Di setiap lembar, si sulung ingin membuka lembaran paling awal lagi dan mengkaitkannya dengan lembar yang sedang dibacakan. Kalau mau saya sadari, justru ini menandakan pemahaman anak yang terbangun dengan cukup baik. Alih-alih menghela nafas dengan membuka halaman bolak-balik depan-belakang secara berulang, perhatian saya perlu saya fokuskan pada proses berpikir yang sedang berjalan pada anak-anak. Semoga Allah mampukan untuk menajamkan rasa, memahami makna yang tersirat dari setiap proses belajar. Aamiin.











Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Materi 1 Program Matrikulasi Ibu Profesional : Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Tahapan Belajar di Institut Ibu Profesional Setelah hampir tiga tahun belajar di Institut Ibu Profesional dan belum saja lulus. alhamdulillah Allah beri kesempatan untuk semakin memperdalam ilmu untuk menjadi seorang ibu profesional dengan mengikuti program matrikulasi. Program matrikulasi Ibu Profesional batch #1 ini masih khusus diperuntukkan bagi para koordinator, fasilitator dan pengurus rumah belajar yang tersebar di setiap wilayah. Jika batch #1 selesai dijalankan, akan diadakan batch-batch selanjutnya untuk para member Institut Ibu Profesional. Tujuan diadakan program matrikulasi Ibu Profesional adalah agar setiap member memiliki kompetensi ilmu-ilmu dasar menjadi seorang "Ibu Profesional" yang menjadi kebanggan keluarga dan komunitas.  Program matrikulasi ini mulai berlangsung tadi malam, 9 Mei 2016 pukul 20.00-21.00 via WhatsApp dengan materi pembuka [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Sebelum materi disampaikan, bu Septi

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan