Monday, 6 April 2020

Tantangan 30 Hari Day 14 : Membacakan Buku Anak berjudul "Muellabfuhr"



Alhamdulillah hari ini bisa menjalankan tantangan dan menuliskannya lebih awal dari biasanya. Sebuah niat yang baru bisa terwujud hari ini atas izin Allah. Hari ini pembelajaran yang saya rasakan adalah dengan mengerjakan tantangan dan mengumpulkannya di awal hari CEST (artinya sore hari di WIB), saya merasa lebih lega dan nyaman. Saya memang memindahkan jadwalnya di pagi hari, sedangkan agenda yang basa saya kerjakan di pagi hari saya pindah ke sore hari karena masih memungkinkan untuk digeser. Mungkin memang tak bisa berlangsung seperti ini setiap hari, bergantung urutan prioritas di setiap harinya. Alhamdulillah Allah mudahkan.

Hari ini buku yang terpilih untuk dibacakan adalah buku Muellabfuhr. Buku ini menceritakan tentang proses pengolahan sampah. Mulai dari aneka kategori sampah, kemudian bagaimana sampah-sampah yang ada di wadah besar itu diangkut ke tempat pengolahan sampah maupun tempat daur ulang. Berlanjut dengan bagaimana sistem pengolahan sampah berjalan. Di pertengahan tahun lalu, saat ada Festival Sampah di Spittelau, kami sempat mendatangi dan berkeliling di area pengolahan sampah (Muellverbrennungsanlage). Memori ini klop dengan isi buku sehingga memudahkan anak-anak menangkap maksud isi buku ini. Di buku ini juga dijelaskan mengenai daur ulang dan tempat sampah barang khusus seperti barang elektronik yang rusak, mebel dan sebagainya. Di akhir buku ini, anak-anak diajak untuk bijak menggunakan barang (mengkonsumsi makanan hingga habis dan membuang sampah sesuai kategorinya), juga menjual barang layak pakai di Flohmarkt ketimbang membuangnya.

Sesi hari ini berlangsung sekitar 23 menit. Badge Very Good yang tersemat, karena ada distraksi dari buku lain. Hihihi. Jadi ceritanya si sulung menemukan buku bergambar yang menarik baginya. Saat membaca buku bersama, sesekali dia membolak-balik buku bergambar tersebut dan menanyakan beberapa hal. Tapi secara keseluruhan, sesi ini berlangsung dengan baik. Alhamdulillah.

0 comments:

Post a comment