Skip to main content

Tantangan 30 Hari Day 23 : Membacakan Buku Anak berjudul “Wasser marsch!”


Hari ini kami melanjutkan membaca buku serial Energi yang kami dapatkan dari Wien Energi. Kali ini seputar air. Bagaimana air bis amenjadi pembangkit energi? Di buku ini kami menemukan jawabannya. Dimulai dari air yang mengalir bertemu dengan turbin, yang kemudian menggerakkan generator. Air juga merupakan salah satu energi terbarukan seperti halnya angin dan matahari. Ketersediaan air juga merupakan suatu hal yang perlu kita jaga keberlangsungannya. Sehingga melakukan penghematan dalam penggunaan air juga merupakan hal yang harus kita jalankan. Hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan di rumah misalnya mandi dengan air mengalir, bukan dengan berendam, menyiram tanaman dengan air tampungan hujan, juga memakai penyaring kran air untuk meredam laju aliran air sehingga air yang mengalir dari kran lebih sedikit namun tetap mencukupi kebutuhan kita.

Ada banyak kosakata baru yang masih asing di telinga, mungkin karena pembahasan buku ini spesifik bertema energi. Namun menjadi penyokong semangat tersendiri untuk belajar lebih giat agar paham.  Hari ini hari ke-23. Menyenangkan rasanya membacakan buku anak sembari belajar bahasa Jerman. Bisa menjalankan satu kegiatan dengan memenuhi kebutuhan dua peran sekaligus (sebagai ibu : membersamai anak dengan membacakan buku dan sebagai pembelajar : memenuhi kebutuhan belajar diri) dalam sekali waktu merupakan karunia tersendiri dari Allah yang harus disyukuri.

Selamat datang kebiasaan baru! Bantu aku agar lebih cekatan ya berbahasa Jerman ya! Mau kan? J



Comments

Popular posts from this blog

Praktik Cooking Class : Bubur Sumsum Lembut

Apa yang pertama kali terbayang saat melihat bubur sumsum? Jika pertanyaan itu menghampiri saya, saya akan menjawab “kondisi sakit”. Saat sakit, biasanya nafsu makan kita berkurang, susah menelan dan lidah terasa pahit. Tak heran jika makanan ini seringkali menjadi asupan bagi orang sakit. Teksturnya yang lembut dan cita rasa optimal selagi hangat tentu memudahkan pemenuhan kebutuhan energi saat kondisi tubuh kurang prima. Saat sehatpun, mengonsumsi bubur ini terasa nikmat, apalagi jika di luar sedang diguyur hujan dan cuaca dingin menyelimuti. Dikutip dari Wikipedia , bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur berwarna putih yang dilengkapi dengan kuah air gula merah. Mengapa dinamakan bubur sumsum? Katanya, dinamakan demikian karena penampakannya yang putih menyerupai warna bagian luar sumsum tulang. Bahan utama bubur ini adalah tepung beras.  Tentu tepung beras dengan kualitas baik. Bagaimana kriterianya? Tentu mengikuti SNI, berikut informasi detilnya : N

Materi 1 Program Matrikulasi Ibu Profesional : Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Tahapan Belajar di Institut Ibu Profesional Setelah hampir tiga tahun belajar di Institut Ibu Profesional dan belum saja lulus. alhamdulillah Allah beri kesempatan untuk semakin memperdalam ilmu untuk menjadi seorang ibu profesional dengan mengikuti program matrikulasi. Program matrikulasi Ibu Profesional batch #1 ini masih khusus diperuntukkan bagi para koordinator, fasilitator dan pengurus rumah belajar yang tersebar di setiap wilayah. Jika batch #1 selesai dijalankan, akan diadakan batch-batch selanjutnya untuk para member Institut Ibu Profesional. Tujuan diadakan program matrikulasi Ibu Profesional adalah agar setiap member memiliki kompetensi ilmu-ilmu dasar menjadi seorang "Ibu Profesional" yang menjadi kebanggan keluarga dan komunitas.  Program matrikulasi ini mulai berlangsung tadi malam, 9 Mei 2016 pukul 20.00-21.00 via WhatsApp dengan materi pembuka [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Sebelum materi disampaikan, bu Septi

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim bersama Ustadz Adriano Rusfi

Bagi keluarga kami, salah satu yang membuat betah tinggal di Bandung adalah fasilitas belajar ilmu parenting yang variatif dan ekonomis. Disinilah kami dipertemukan dengan komunitas belajar ilmu pendidikan anak, ragam acara peningkatan kualitas diri dan aneka playdate anak yang menyenangkan dan ramah kantong. Bahkan banyak kegiatan yang bisa diikuti tanpa dipungut biaya, cukup berbekal semangat belajar dan kemauan memperbaiki diri. Nah, di weekend  menjelang Idul Adha kemarin, kami berkesempatan menimba ilmu pendidikan berbasis keluarga dari Ustadz Adriano Rusfi di acara Kopdar Bulanan HebAT ( Home Education based on Akhlaq and Talents) Bandung. HebAT merupakan sebuah komunitas belajar berbasis grup WhatsApp yang mendampingi para orangtua menjalankan FbE (Fitrah based Education) dan CbE (Community based Education) dalam pendidikan anak-anaknya. Tak hanya kopdar bulanan, komunitas ini juga rutin mengadakan beragam aktivitas menarik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar anak dan