Tuesday, 14 April 2020

Tantangan 30 Hari Day 22 : Membacakan Buku Anak berjudul “Valentina und die Regenwuermer”


Buku yang kami baca hari ini adalah sebuah buku kecil yang menceritakan tentang seorang anak dan cacing tanah. Tentang seorang anak perempuan bernama Valentina yang sedang mengerjakan sebuah proyek sekolah selama liburan musim panas berupa bertanam. Dia mengajak Moritz, sepupunya untuk membantunya. Mereka menggemburkan tanah untuk persiapan menanam aneka sayuran. Bibit sayuran yan mereka tanam, mereka rawat dan tumbuh suburkan tidak dengan bahan kimia namun dengan kompos dan pupuk kandang. Setelah beberapa waktu, saat mereka ingin mengambil tanah untuk diletakkan di beberapa pot, mereka sangat bahagia karena menemukan cacing tanah yang bermunculan dari tanah-tanah yang mereka ambil. Tanah yang subur!

Di sesi kali ini, badge excellent kembali tersematkan karena memenuhi keempat persyaratan. Perlahan, saya mencoba untuk lebih teliti menelaah setiap kalimat yang dibaca. Dan kali ini saya menemukan beberapa kalimat yang berkaitan dengan pola kalimat yang saat ini sedang saya pelajari. Yaitu berkaitan dengan Grammatik seperti penggunaan kata penghubung denn, um – zu, juga darin, davon dan dafuer.
Mortiz holt Valentina ab, denn er verbringt die Ferien bei ihr.
Valentina legt als Schulprojekt ein Beet an und will nach den Ferien die Regenwuermer darin zaehlen.
Bei uns bekommen die Boeden nur pflanzlichen Kompost und tierischen Mist – das gefaellt dem Boden, den vielen Tieren darin und natuerlich dem Gemuese und Salat.
Sie sorgen dafuer, dass es dem Boden gut geht.
Moritz nimmt gleich einige Schaufeln davon mit, um zu Hause auf dem Balkon etwas anzupflanzen.

Alokasi waktu untuk belajar bahasa Jerman hari ini sebenarnya cukup banyak. Karena di hari ini saya menyengaja mengalokasikan waktu lebih banyak dari biasanya, dalam rangka mengerjakan PR kursus yang sudah diberikan sejak pekan lalu. Ada mengerjakan soal Grammatik, Hoeruebungen, Sprechen zum Thema Umwelt. Ditambah dengan tugas-tugas yang saya kerjakan pekan lalu, direspon siang ini juga oleh guru kursus. Terjadilah beberapa diskusi singkat karena ada beberapa hal yang memang belum saya pahami. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa akan menjalani kursus intensif via daring. Meski awalnya merasa kurang nyaman dan kurang optimal, namun karena memang kondisi mengharuskan demikian, maka perlahan berupaya untuk adaptif dengan perubahan. Mencari celah dan menemukan strategi belajar untuk memperoleh hasil optimal sekalipun dalam kondisi yang dirasa kurang ideal. Toh saya tidak sendiri, banyak yang mengalami hal serupa juga. Yuk, taklukkan tantangan bersama. Allah akan mampukan, insyaAllah. Alhamdulillah, semangat optimal hingga akhir! Bersiap menyambut kebiasaan baik baru! Bismillah. 

0 comments:

Post a comment