Monday, 20 April 2020

Tantangan 30 Hari Day 28 : Membacakan Buku Anak berjudul “Papperlapapp zum Thema Musik”

Hari ini kami melanjutkan membaca buku Papperlapapp. Kali ini tentang tema Musik. Seperti buku sebelumnya, di buku ini ada dua berita yang disajikan. Cerita yang pertama berjudul„Das Mitternachtskonzert“. Membaca judul ini sebenarnya saya langsung membayangkan jalan cerita berupa bunyi hewan-hewan kecil yang bersahut-sahutan di malam hari. Itu mah kondisi di Indonesia banget ya, ada bunyi jangkrik, disusul bunyi tonggeret atau garengpung. Di sini tentu berbeda. Das Mitternachtskonzert yang diceritakan di sini bermula dari dua kakak beradik yang mencoba untuk tidur malam di pekarangan rumah menggunakan tenda. Saat hari sudah larut, mereka membuka perbekalan dan dari wadah makanan itu dihasilkan bunyi-bunyian. Nah, itulah konser tengah malam mereka. Mona dan Kira membunyikan apa yang ada di tangan mereka secara bergantian. Mereka lupa bahwa hari sudah malam, hingga kemudian ayah mereka keluar dari rumah dan mengingatkan mereka untuk melanjutkan permainan di esok hari. Ayah khawatir orang-orang yang sedang tertidur terusik oleh bunyi-bunyian yang dibuat Kira dan Mona. Nasihat Ayah pun dipahami oleh Kira dan Mona. Mereka meletakkan barang-barang yang ada di tangan, kemudian bergegas tidur di dalam tenda berdua. Mona tidak bisa langsung tidur, ia membuka mata beberapa kali karena mendengar bunyi-bunyi yang tak biasa ia dengar. Namun ia abaikan karena hal tersebut bukanlah suatu yang menakutkan. 


Cerita kedua berjudul „Ein Kuss fuer die Kaiserin“, menceritakan tentang masa kecil seorang pemusik terkenal dari Austria, Wolfgang Amadeus Mozart. Suatu hari ia dan keluarganya diundang ke istana Schoenbrunn karena Mozart dan kakaknya, Nannerl piawai bermain piano dan violin. Mereka bermain musik di depan Maria Theresa dan keluarga.

Selain dua cerita diatas, ada juga ide membuat gitar sendiri yang bisa dicoba di rumah, juga ada beberapa lembar aktivitas yang bisa dikerjakan anak-anak. 

Ada beberapa kalimat yang menarik perhatian, karena susunan kalimatnya merupakan hal baru bagi saya, antara lain :
Das Zelt steht zwar nur in ihrem Garten, aber ein Abenteuer ist es trotzdem.
Zur Sicherheit haben wir deshalb auf der Reise noch schnell ein paar seiner Stuecke auswendig gelernt. 
Penggunaan kata penghubung "da" 
Da will sogar ihre grosse Schwester Kira mitmachen.
Juga penggunaan kata „lassen“ 
Ich lasse die Terrasentuer offen.
Membaca buku anak secara perlahan, menemukan kata-kata asing yang belum saya pahami, menjadi sebuah keasyikan tersendiri dalam pengerjaan tantangan 30 hari ini. Dan semoga kebiasaan ini bisa terus berlanjut sekalipun periode tantangan sudah selesai, karena aktivitas ini bisa menjadi salah satu cara belajar bahasa Jerman dengan menyenangkan dan melibatkan anak-anak. Juga semoga pemahaman yang Allah berikan dari proses ini, menjadi sebuah jalan kebermanfaatan yang terjaga niatnya. Aamiin. 

0 comments:

Post a comment