Thursday, 16 April 2020

Tantangan 30 Hari Day 24 : Membacakan Buku Anak berjudul “Ida und das leise Auto“


Hari ini sebenarnya alokasi waktu untuk membacakan buku terambil oleh kesibukan pribadi saya. Hiks. Maaf ya anak-anak. Jadi tadi pagi dari jam 4 sampai dengan jam 7 pagi saya mengikuti pelatihan Digital Entrepreneurship yang diselenggarakan oleh Keminfo bekerjasama dengan Google. Kelasnya seru dan menyenangkan. Dan alhamdulillah bisa saya ikuti dengan seksama karena masih di awal hari dimana anak-anak masih terlelap tidur. Namun setelah mengikuti kelas, saya mengantuk, dan saya pun sempat tidur sejenak seusai kelas untuk menghimpun energi kembali. Dan alhamdulillah Allah kabulkan.

Nah, saat mengerjakan tugas domestik, saya teringat tempe yang saya buat beberapa hari lalu. Setelah saya cek, sepertinya sudah ada yang bisa diolah. Karena jamur yang muncul sedikit, jadilah saya berkonsultasi pada dua teman yang sudah terbiasa membuat tempe. Yeay,dapat beberapa pencerahan untuk percobaan ke depan. Saat tengah hari, grup kursus bahasa kembali aktif. Guru kursus memberikan PR baru, padahal PR yang kemarin baru akan saya kerjakan hari ini. Jadilah saya mengerjakan PR bahasa Jerman di siang jelang sore hari. Yang pada akhirnya, sesi membacakan buku baru bisa dilakukan di sore hari. Buku yang dipilih kembali buku bertema Energi yang kami dapatkan dari Wien Energie. Kali ini berjudul „Ida und das leise Auto“. Menceritakan tentang mobil yang menggunakan listrik sebagai sumber energinya, yang merupakan salah satu bentuk teknologi ramah lingkungan.

Sebenarnya usai membacakan buku saya nyaris menyematkan badge Satisfactory untuk hari ini, karena proses sempat terjeda membuat WAG kelas Matrikulasi untuk memastikan teman-teman peserta kelas Matrikulasi sudah menyetorkan misi kedua yang berbatas waktu hari ini. Tapiiiii.... saat menempelkan badge ke Kalender, koq ngga rela yaaaa… Sayang rasanya. Lalu berpikir kembali, jika saya memang bersungguh-sungguh menjadikan proyek ini menuju cekatan berbahasa Jerman, mengapa tidak saya ulang prosesnya saja? Toh masih ada waktu. Toh anak-anak akan menyambut dengan senang. Toh dengan mengulang, saya akan lebih memahami isi buku. 
Saya pun tersentil setelah teringat sebuah hadits mengenai sebuah amalan yang sedikit namun rutin. Betapa sebuah konsistensi adalah hal yang perlu dilatihkan. Maka jadilah saya mengulang sesi ini. Dengan sesi mengulang ini, saya menjadi sempat menanyakan pemahaman si sulung mengenai cerita yang saya bacakan, juga memahami jalan cerita yang di awal belum saya pahami sepenuhnya. Lebih mindfulness rasanya. Sudah kurang enam hari lagi. Jangan kasih kendor, apalagi untuk kerikil-kerikil tantangan yang justru sudah bisa dilampaui di awal perjalanan proyek tahap kepompong kemarin. Semoga Allah berikan keberkahan di dalam proses ini. Aamiin. 


0 comments:

Post a comment