Sunday, 19 April 2020

Tantangan 30 Hari Day 27 : Membacakan Buku Anak berjudul “Papperlapapp zum Thema Familie”


Setelah buku-buku yang kami pinjam dari perpustakaan nyaris habis kami baca, kami beranjak ke buku Papperlapapp. Buku Papperlapapp ini ada merupakan sebuah buku seri yang mana memuat satu tema spesifik dalam setiap serinya. Setiap tahun terbit empat seri buku. Untuk mengetahui seri apa saja yang sudah ada, bisa dicek di websitenya. https://www.papperlapapp.co.at/hefte/
Buku berseri ini tersedia di perpustakaan. Saya pernah meminjam dua seri diantaranya dari perpustakaan anak di distrik lima belas. Buku ini juga dibagikan gratis di Kindergarten si sulung (entah di semua Kindergarten baik negeri maupun swasta atau tidak) untuk anak-anak yang sudah berada di tahun terakhir di Kindergarten. Selama tahun ajaran ini, sulung mendapatkan tiga buku dengan seri berbeda.

Seri yang kami pilih untuk dibaca bersama hari ini adalah tentang keluarga. Ceritanya lucu euy, melibatkan aspek emosi, ada konfliknya juga. Hihihi. Jadi tokoh utamanya memang anak seusia pembaca, sekitar 5-6 tahun. Apa yang biasanya kita rasakan saat pertemuan keluarga? Buku ini menceritakan tentang Klara, seorang anak kecil yang mengikuti pertemuan keluarga dalam rangka ulangtahun sang kakek dan bertemu dengan keluarga besar dari sang ibu. Klara bertemu dengan tante, om dan para sepupu dan dia mendapatkan tiga pertanyaan serupa dari orang yang berbeda. Bukankah kita pun sering mengalaminya dalam pertemuan keluarga? :D
Kemudian Klara dikejutkan oleh Nina, sepupu yang dekat dengannya, Nina menutup mata Klara dari belakang dan meminta Klara menebak siapa gerangan yang melakukannya. Mereka pun bermain bersama. Tak lama, tante Marlen membawa balon, pulpen dan kartu dan mengajak anak-anak menuliskan harapan untuk sang kakek di kartu-kartu dan mengikatkannya ke balon. Lalu mereka menerbangkan balon bersama-sama. semua keluarga berkumpul dan menerbangkan banyak balon berwarna merah bersama-sama.
Setelah acara selesai, Klara pulang bersama sang ibu. Di kereta, sang ibu memberitahunya bahwa teman ibu membutuhkan bantuan berupa menitipkan anaknya selama beberapa hari di rumah mereka karena dia harus menjalani operasi. Klara awalnya menolak, karena merasa tidak cocok dengan anak tersebut. Namun sang ibu bercerita bahwa temannya tersebut tidak memiliki keluarga lagi. Dan sang ibu, menjelaskan pada Klara bahwa seorang teman juga bisa menjadi keluarga. Yang bisa dekat dan saling menolong saat dibutuhkan.
Cerita kedua seputar seorang anak laki-laki bernama Niko yang kesal pada ibu dan kakak perempuannya. Sangking kesalnya, dia berencana untuk pergi ke Amerika, menyusul ayahnya di sana. Siapa yang di masa kecilnya juga pernah marah pada keluarga lalu berpikir untuk pergi dari rumah? Hahahaha, saya pernah bilang hal tersebut saat kecil dan saya masih mengingatnya. Mungkin orang tua saya kala itu menahan tawa ya. Uniknya, sang ibu membiarkan anaknya melakukan rencana tersebut. Setelah mengajukan banyak pertanyaan pada  Niko, sang ibu menyiapkan dua koper besar dan mengisinya dengan barang-barang perlengkapan yang dibutuhkan Niko. Niko sempat merasa sedih karena akan pergi dari rumah. Saat dilihatnya sang kakak justru tersenyum dan biasa saja, dia kesal. Ah, bukankah kita di masa kecil juga seperti itu? Merajuk untuk mendapat perhatian dan saat dicuekin, merasa kesal. Ini nyambung banget dengan konflik dalam keseharian. Setelah barang-barang siap, sang kakak berkata,”Silakan pergi ke Amerika.” Sembari memperlihatkan sesuatu. Ternyata sang kakak membuat tenda, lalu menuliskan „Amerika“ di atas pintu tenda. Setiap marah dan ingin menjauh dari kaka dan ibunya, Niko bisa masuk ke sana dan berdiam diri di sana. Mereka pun tertawa riang bersama.

Buku ini menyenangkan. Setelah dua cerita dibacakan, juga ada beberapa aktivitas yang bisa dikerjakan bersama, seperti membuat prakarya dan menggambar. Badge Excellent insyaAllah terpenuhi untuk didapatkan hari ini, karena buku ini terbaca tanpa distraksi, hingga tuntas dan cukup memfasilitasi rasa ingin tahu anak, terutama si sulung. Tantangan 30 hari ini banyak memberikan manfaat bagi saya secara pribadi. Karena selain menambah banyak kosakata baru dan lebih teliti lagi dalam memahami sebuah kalimat, saya juga menjadi terpapar oleh beragam jenis buku anak. Syukur alhamdulillah ada cukup banyak buku perpustakaan yang kami pinjam sebelum perpustakaan tutup sementara sehingga kami memiliki cukup amunisi untuk menjalankan tantangan ini. Semangat menjelang tiga hari terakhir! Semoga Allah tuntun senantiasa. 


0 comments:

Post a comment